Berita

Net

Politik

Tidak Suka Sara Tapi Iklannya Sangat Rasis

SENIN, 10 APRIL 2017 | 22:10 WIB | LAPORAN:

Banyak pihak menyayangkan munculnya video kampanye pasangan Basuki Tjahjaa Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) yang dianggap memprovokasi.

Politisi Partai Golkar Lalu Mara Satriawangsa menilai bahwa video kampanye berjudul #BeragamItuBasukiDjarot dengan durasi dua menit bertolak belakang dengan jargon Ahok-Djarot yang katanya tidak suka dengan hal-hal berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (Sara).  

"Memangnya ada yang ngomong ganyang China, tidak ada," ujarnya kepada redaksi, Senin malam (10/4).


Menurut Lalu Mara, selama ini masyarakat maupun elit politik tidak pernah berkata negatif atau menyatakan rasa tidak suka kepada tokoh-tokoh keturunan Tionghoa semisal Kwiek Kian Gie, Jaya Suprana, atau lainnya.

Dia mencontohkan, penghargaan masyarakat terhadap keberagaman di Indonesia terlihat dalam momentum pernikahan sepasang kekasih di Gereja Katedral yang bersamaan dengan unjuk rasa besar umat Islam beberapa waktu lalu. Juga terlihat saat unjuk rasa damai 411 maupun 212.

"Ada yang ngomong ganyang China saat itu, tidak Ada," bebernya.

Lalu Mara juga mempertanyakan apakah selama tahapan Pilkada DKI Jakarta 2017 terdapat pasangan calon gubernur yang menonjolkan unsur Sara dalam kampanye.

"Kok boleh iklan dengan bawa golok ya. Apakah ada iklan paslon lain yang menonjolkan Sara sambil bawa golok, tidak ada," ujarnya.

"Semoga kita semua umat Islam tidak terpancing, tidak terprovokasi. Tetap jaga ukhuwah Islamiyah," tegas Lalu Mara.

sebelumnya beredar video kampanye Ahok-Djarot berjudul #BeragamItuBasukiDjarot yang berdurasi dua menit. Video tersebut dimulai dengan beberapa anak muda yang menggedor-gedor sebuah mobil. Di dalam mobil terlihat seorang ibu sedang merangkul anaknya.

Kemudian terlihat beberapa pria mengenakan peci melakukan aksi unjuk rasa. Di belakangnya ada spanduk bertuliskan 'ganyang Cina'. Lalu ada pula pemain sepak bola, bulu tangkis, dan penari yang memakai kostum dari berbagai suku dan daerah. Di bagian akhir tayangan, terlihat Ahok dan Djarot bersama-sama menemui warga.

Narasi rekaman video berisi orasi Djarot dalam Konser Gue 2 beberapa waktu lalu. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya