Berita

Net

Nusantara

Kendala Dalam UNBK Harus Segera Dibenahi

SENIN, 10 APRIL 2017 | 16:13 WIB | LAPORAN:

Ujian Nasional SMP, SMK/SMA, dan sederajat tahun ajaran 2016/2017 sebagian telah diselenggarakan secara bergelombang mulai 3 April hingga 17 Mei nanti. Pelaksanaan UN sejauh ini dinilai berjalan lebih akuntabel, penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Anggota Komisi X DPR RI Yayuk Sri Rahayuningsih mengatakan, dalam pelaksanaan UNBK, tidak memungkinkan oknum mendapatkan bocoran soal maupun jawaban sebagaimana terjadi pada UN yang berbasis pensil dan kertas. Pelaksanaan UNBK juga memperkecil ruang untuk terjadinya bocoran soal ujian. Dengan sistem seperti itu, penyelenggaraan UN yang selama ini sarat masalah secara signifikan bisa ditekan.

"Sekarang UN sistem UNBK memang mulai jauh dari kecurangan, karena akuntabel dan transparan. Tetapi kendala utamanya seperti listrik padam dan perangkat komputer yang belum cukup ini harusnya betul-betul diperhatikan," ujar di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (10/4).


Yayuk meminta pemerintah untuk terus membenahi sarana dan prasarana pendidikan. Daerah yang belum banyak mengikuti UNKB juga harus berpacu menyiapkan infrastruktur yang menjadi kendala pelaksanaannya. Hal ini penting agar jangan sampai para siswa terpontang-panting karena keterbatasan yang ada.

"Kelebihan-kelebihan UNBK ini menurut saya harus menjadi titik awal. Di harapkan evaluasi laporan terkait masalah-masalah UNBK untuk menjadi dasar perbaikan pendidikan ke depan. Sebab ujian nasional selama ini kan menghabiskan energi juga," ujarnya.

Diketahui, jumlah sekolah dan siswa peserta UNBK tahun ini meningkat dibanding 2016 lalu. Tahun 2017, UNBK rata-rata bertambah di semua tingkatan baik SMP maupun SMA/SMK sederajat. Peserta UNBK tahun ini sebanyak 3.782.453 dari 33.448 sekolah penyelenggara. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya