Berita

X-Men Gold/CNA

Dunia

Sisipkan Aksi 212 Di X-Men, Marvel Comics Tindak Komikus Indonesia

MINGGU, 09 APRIL 2017 | 18:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perusahaan komik dan animasi Marvel Comics berencana mengambil tindakan disipliner terhadap seniman Indonesia yang menyisipkan isu kontroversial dalam karya seninya.

Menurut keterangan dari raksasa komik yang berbasis di Amerika Serikat itu, X-Men Emas #1 yang diterbitkan pada 5 April lalu digambar oleh seniman Indonesia bernama Ardian Syaf.

Ia diduga menyelipkan referensi agama dan isu kontroversi yang memicu kecaman dari penggemar komik di sosial media.


Dalam salah satu adegan, mutan Yahudi Kitty Pryde terlihat berdiri di depan kerumunan manusia.

Kepalanya berdekatan dengan tanda yang bertuliskan "Perhiasan", yang merujuk pada warisan.

Pada panel yang sama, ada sebuah bangunan dengan angka "212" di atasnya. Angka itu dianggap sebagai representasi aksi unjuk rasa terkait kasus penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta, Basuji Tjahja Purnama alias Ahok, tepatnya pada tanggal 2 bulan Desember tahun lalu yang juga dikenal dengan sebutan aksi 212.

Sementara itu dalam adegan lain di komik yang sama, menunjukkan Colossus mengenakan kaus dengan tulisan "QS 05:51" yang merujuk pada Surat Al-Maidah ayat 51 yang dinilai telah digunakan oleh Ahok untuk menistakan agama.

Ardian mengunggah karya seninya itu pada panel halaman Facebooknya pekan ini. Hal itulah yang mengundang komentar serta kritik dari pengguna sosial media.

Menanggapi hal itu, seperti dimuat Channel News Asia, dalam sebuah pernyataan, pihak Comic Book dari Marvel Comic mengatakan bahwa hal itu disusupkan tanpa sepengetahuan pihak perusahaan serta laporan atas makna di baliknya.

'Ini referensi tersirat tidak mencerminkan pandangan penulis, editor atau orang lain di Marvel dan berada dalam oposisi langsung inklusifitas Marcel Comic dan apa yang telah menjadi sikap X-Men selama penciptaan mereka," kata pernyataan yang sama.

Menindaklanjuti hal itu, pihak Marvel akan mengambil tindakan disiplin terhadap Ardian Syafdan konten itu akan dihapus dari cetakan berikutnya. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya