Berita

Nusantara

Datangi Kantor PDIP, Komite Aparat Sipil Nyatakan Dukungan Politik

SABTU, 08 APRIL 2017 | 16:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Cita-cita mewujudkan masyarakat adil dan makmur harus melalui perjuangan yang berpihak pada wong cilik. Termasuk di dalamnya adalah memperjuangkan nasib pegawai honorer, pegawai tidak tetap dan pegawai kontrak.

Demikian disampaikan Sekjen DPP PDI perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat menerima kehadiran ribuan massa buruh instansi pemerintahan yang berkumpul dalam konsolidasi temu akbar Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Sabtu, 8/4).

Selain dihadiri Hasto, acara ini juga dihadiri anggota DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan Rieke Diah Pitaloka, serta sejumlah pengurus DPP PDI Perjuangan serta sejumlah anggota DPRD PDI Perjuangan dari beberapa daerah. Dalam kesempatan ini, para buruh menyuarakan dukungan kepada Ahok-Djarot.


"Selama ini yang konsisten memperjuangkan buruh dan pegawai rendah di instansi pemerintah adalah PDI Perjuangan. Tak ada keraguan dan kami 100 persen dukung Ahok-Djarot," kata Ketua Presidium Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara, Mariani.

Mariani juga mengatakan, jika pasangan Ahok-Djarot menang, besar harapannya bahwa yang namanya pegawai tidak tetap, pegawai kontrak, honorer, pegawai tetap non PNS akan diangkat menjadi PNS. Ia menjelaskan bahwa ada sekitar 12.000 honorer plus keluarganya yang ada dalam Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara. Dan sampai saat ini sudah dibentuk 10 DPW termasuk DKI Jakarta.

"Kami semangat karena PDIP yang menjadi pengusung revisi UU ASN sebagai wadah bagi pekerja di pemerintahan agar kami diakui dalam revisi UU ASN. Sejak Juli 2016 dicetuskan revisi UU ASN kami merasakan bahwa PDIP sangat kencang mendorong dan konsisten mendukung para pakerja non PNS," jelas Mariani.

Kembali ke Hasto. Hasto mengatakan, Ahok-Djarot bisa membuat terobosan hingga ada tunjangan bagi pegawai honorer. Dia lebih menginginkan bagaimana menjadi PNS dan ini harus kita kawal bersama sama dengan mendukung Ahok-Djarot.

Selama kepemimpinan Ahok-Djarot, lanjut Hasto, taman kota dibangun, anak-anak dan ibu-ibu bisa bersosialisasi bersama dan taman yang tadinya gersang kumuh kini sudah jadi ruang hijau untuk dialog bagi rakyat. Dukungan PDI Perjuangan kepada Ahok-Djarot pun tidak lain karena kinerja Ahok-Djarot yang menjalankan Pancasila secara penuh.

"Ahok bangun masjid di Daan Mogot dengan desain lima menara dengan kebudayaan betawi. Juga ada Islamic Center di Jakarta Utara. Bahkan sekarang ada program umrah dan insentif para imam masjid, muadzin, ustadz, dan juga marbot masjid," jelasnya.

Soal banjir, lanjut Hasto, Pak Ahok dibuatkan pasukan oranye yang bersemangat membersihkan sungai-sungai. Ada taman yang dibangun oleh pasukan hijau. Rakyat di bantaran sungai dipindah ke rusun yang manusiawi dan membina masyarakat secara sosial, ekonomi, dan berkeadilan.

"Ahok-Djarot merekrut rakyat untuk bekerja dan mengabdi pada daerah. Korupsi diberantas, pimpinan DPRD yang korupsi pun diberantas. Kalau pemerintahan Pak Ahok-Djarot mampu menjadikan pemerintahan yang memihak rakyat, maka kita harus dukung," tegas Hasto.

Sementara itu, Rieke Diah Pitaloka mengatakan, partai yang konsisten memperjuangkan nasib pekerja adalah PDI Perjuangam. Baik yang ada di DPR, DPRD dan semua adalah menjalankan instruksi dari DPP PDI Perjuangan agar memihak pada buruh termasuk pegawai pemerintah yang belum sejahtera.

"Kami konsisten memperjuangkan ini tidak lain karena memang diawasi dan diperintahkan oleh PDIP," jelas Rieke. [ysa]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya