Berita

Net

Nusantara

Puluhan Anak Abu Sayyaf Sekolah Di YSB

SABTU, 08 APRIL 2017 | 01:25 WIB | LAPORAN:

Sebagai program lanjutan dari pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok sipil bersenjata Abu Sayyaf pada Maret 2016, sebanyak 30 anak Suku Sulu Filipina Selatan mengikuti pendidikan di sekolah Yayasan Sukma Bangsa (YSB) sejak tahun lalu.
 
Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) Prof. Hafid Abbas mengatakan, pendidikan yang diberikan menjadi bagian dari diplomasi kebudayaan dalam upaya membebaskan WNI yang disandera Abu Sayyaf. Hal itu dikemukakannya dalam acara napak tilas di Konigstedt Manor (Government House) di Helsinki, Finlandia, Kamis (6/4).

"Sekolah Sukma tak cuma mendidik anak-anak Aceh tapi juga puluhan anak dari Filipina Selatan," ujar Hafid dalam keterangannya, Jumat (7/4).
 

 
Konigstedt Manor pada 2005 diketahui sebagai lokasi perundingan damai antara perwakilan pemerintah Indonesia dan para tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang difasilitasi mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari. Dalam perbincangan santai di salah satu ruangan gedung itu, hadir pendiri YSB Surya Paloh, Ketua YSB Rerie Lestari Moerdijat, Direktur Akademik YSB Dr. Ahmad Baedowi, dan Juha Christensen yang pernah terlibat aktif sebagai penghubung perundingan.
 
Baidowi menceritakan, tokoh arsitek diplomasi kebudayaan yang berimbas bebasnya sandera Abu Sayyaf adalah Surya Paloh. Menurutnya, Paloh menugaskannya untuk mencari informasi di Filipina dalam upaya membebaskan para sandera. Kala itu, Paloh mengatakan bahwa tidak semua orang Mindanao angkat senjata ke hutan. Paloh meyakini sebagian anggota keluarga kelompok Abu Sayyaf masih tinggal di desa-desa Mindanao. 

"Mereka yang tidak ikut ke hutan itulah yang kami dekati. Saya datang ke sana misi utamanya bukan untuk membebaskan sandera, karena saya bukan negosiator. Saya datang sebagai guru. Selama dua minggu saya berada di sana. Baru pada awal Mei masuk ke markas Abu Sayyaf," jelasnya.
 
Baidowi menambahkan, ikhwal keterlibatan YSB dalam mendidik anak-anak Suku Sulu setingkat SMP dan SMA sengaja tidak dipublikasikan, guna menghindari berbagai prasangka yang tidak diinginkan. Menurutnya, Paloh dan YSB selama ini memang lebih suka bekerja secara senyap karena banyak pihak yang meragukan. Pun demikian, dengan program pendidikan anak-anak Suku Sulu, Baidowi menekankan pihak-pihak yang meragukan dapat mengecek langsung kebenarannya di sekolah-sekolah yang dikelola YSB. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya