Berita

Dunia

Twitter Tolak Permintaan Pemerintah AS Soal Akun Kritikus Trump

JUMAT, 07 APRIL 2017 | 19:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Twitter Inc mengajukan gugatan federal di pengadilan San Francisco untuk memblokir perintah dari pemerintah Amerika Serikat yang menuntut untuk mengungkapkan siapa di balik akun yang kontra dengan kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam gugatannya, pihak Twitter mengutip kebebasan berbicara sebagai dasar untuk tidak mematuhi permintaan pemerintah AS membuka identitas orang di balik akun @ALT_uscis yang kontra dengan Trump.

Akronim USCIS dalam nama akun itu sendiri disebut-sebut mengacu pada layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi  AS.


Akun itu menggambarkan dirinya sebagai "perlawanan imigrasi" atas kebijakan imigrasi Trump termasuk pembangunan dinding di sepanjang perbatasan AS dengan Meksiko.

Juru bicara Twitter Nick Pacilio menolak untuk mengomentari apakah pemerintah telah meminta informasi tentang akun lainnya yang juga mengkritisi Trump atau tidak.

"Hak-hak kebebasan berbicara diberikan pengguna Twitter dan Twitter sendiri di bawah Amandemen Pertama Konstitusi AS termasuk hak untuk menyebarkan pidato politik seperti anonim atau pseudonim," kata Twitter dalam gugatan itu.

Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang merupakan tergugat dalam gugatan, menolak untuk mengomentari litigasi yang tertunda.
 
Departemen Kehakiman, yang biasanya merupakan agen-agen federal di pengadilan, dan Gedung Putih juga tidak berkomentar lebih lanjut. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya