Berita

Dunia

Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Diblokir Masuk Wilayah Konflik Sudan Selatan

JUMAT, 07 APRIL 2017 | 18:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Sudan Selatan memblokir pasukan penjaga perdamaian PBB untuk mengunjungi sebuah kota di mana tentara diduga membunuh banyak warga sipil pekan ini.

Menurut keterangan dari juru bicara PBB dalam misi di Sudan Selatan Shantal Persaud (Jumat, 7/3), penjaga perdamaian telah mencoba untuk mendapatkan akses ke kota Pajok, dekat perbatasan dengan Uganda selama empat hari terakhir.

Upaya masuk ke kota itu dilakukan setelah muncul laporan yang belum dikonfirmasi soal adanya pembunuhan massal.


"Negosiasi terus dengan pemerintah setempat," sebutnya.

Namun demikian ada kecurigaan bahwa pembunuhan massal benar-benar terjadi karena ada peningkatan pengungsi Sudan Selatan yang melarikan diri ke Ugana sejak awalpekan ini.

Dalam laporan saksi yang belum dikonfirmasi disebutkan bahwa tentara Sudan Selatan membunuh setidaknya 17 warga sipil di wilayah tersebut.

Para pengungsi mengatakan beberapa dari mereka yang tewas adalah anak-anak yang ditembak ketika mereka mencoba melarikan diri, sementara yang lain ada yang digorok di bagian tenggorokan dan digantung.

Pemerintah Sudan Selatan sendiri membantah pasukannya menargetkan warga sipil. Operasi yang dilakukan di kota itu adalah untuk menyapu gerilyawan.

Sebagai informasi bahwa Sudan Selatan secara politik dan keamanan masih termasuk dalam kategori belum stabil. Negara yang memisahlan diri dari Sudan pada tahun 2011 itu masih terjebak dalam perang dan konflik internal terutama sejak Presiden Salva Kiir memecat wakil presidennya Riek Machar pada 2013. Pertempuran yang diikuti sering membagi negara itu di sepanjang garis etnis. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya