Berita

ujian nasional/net

Nusantara

Insiden Ujian Nasional, Mulai Dari Padam Listrik, Jaringan Lemot Hingga Soal Tidak Muncul

JUMAT, 07 APRIL 2017 | 11:23 WIB | LAPORAN:

Pada hari keempat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menerima banyak laporan. Salah satunya tidak munculnya soal dalam mata uji kejuruan.  

Hal itu disampaikan Sekjen FSGI Retno Listyarti melalui siaran pers kepada redaksi, Jumat (7/4).

Akibatnya, sesuai POS dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) pusat penelitian dan pendidikan (puspendik), ujian terpaksa dihentikan dan para siswa akan mengikuti ujian ulang yang disebut dengan istilah ujian susulan pada 17 hingga18 April 2017 mendatang.


Kemungkinan persoalan tidak munculnya soal mata uji kejuruan disebabkan oleh jaringan internet yang tidak sama, spesifikasi komputer yang berbeda, dan jenis mata pelajaran tertentu yang disusun oleh direktorat terkait (berupa gambar, grafik, tulisan) sangat memungkinkan tampilan yang tidak sama.

"Banyak soal uji kejuruan yang tidak muncul, bahkan lebih dari 10 soal di Garut, Tasikmalaya, Mataram, dan Bima,"beber Retno

Soal mata uji untuk kejuruan yang tidak muncul soalnya tersebut, yaitu Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), Perbankan, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Audio Visual (TAV) dan Penaganan Kesehatan ternak. Bahkan soal ATP dan Kesehatan Ternak  sama sekali tidak muncul soalnya di Bima dan Mataram.

Untuk soal keahlian yang lain soal tidak muncul variatif nomornya, misalnya di SMK Yusuf Abdussatar (NTB) jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) banyak soal yg tidak muncul lebih dari 20 soal. Sementara di Mataram soal TAV (Teknik Audio Visual)  mengalami soal kosong tapi bervariatif tiap nomer soalnya. Lain halnya yang terjadi di SMKN 1 Taliwang (NTB) siswa RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) 20 soal tidak muncul di 1 ruang, namun ada yang tidak muncul muncul soal 5-7 soal dan di ruang yg lain siswa RPL muncul semua soalnya.

Retno juga membeberkan UNBK di SMKPPN Bima, mata uji  Penanganan Kesehatan Ternak (PTK) tidak ada soal yang muncul. SMK plampang (NTB) RPL kosong sampai 15 soal. Sementara SMKN Pringgasela soal keahlian ATP (Agribisnis Taaman Perkebunan) soal tidak muncul seluruhnya. Bahkan yang lebih buruk lagi semua siswa Jurusan perbankan SMKN1 Dompu (NTB) tidak muncul soal di atas 20 nomor. Hal yang sama juga terjadi di Tasikmalaya.

FSGI juga kata Retno listrik padam di hari ke-4 dan sekolah tak memiliki genset. Hal itu terjadi dada hari ke-4, Sebagian sekolah di Dompu dan Bima mengalami pemadaman  listrik  mulai jam 9.15 waktu setempat dan baru hidup lagi pukul 12.00 sehingga ujian sesi pertama baru dimulai pukul 12.00 siang. Tak hanya itu, sebagian sekolah di Mataram juga mengalami listrik padam pada pukul 11.30 dan menyala kembali pukul 14.00 waktu setempat.

"Kalau di Lombok, banyak di sekolah sana yang tidak muncul soalnya karena server offline dari pusat, setelah lama menunggu pas server online, listrik padam,"beber Retno.

FSGI juga membeberkan ada beberapa daerah yang menggunakan Genset saat UNBK. Salah satunya di SMKN 1 LABUAPI dari hari pertama menggunakan genset dan tidak menggunakan listrik dari PLN. Sementara di SMKN 1 SAMBELIA Lombok Timur UNBK menggunakan genset dari hari pertama hingga keempat. Namun demikian di kedua daerah itu kata Retno UNBK berjalan lancar.

Laporan lainnya yakni beberapa sekolah mengalami jaringan yang lemot saat UNBK berlangsung. Hal ini dialami oleh SMKN 1 Sekoton, sehingga sampai pukul 8.30 WIB UNBK hari keempat belum bisa dimulai. Tak hanya itu, akibat jeleknya jaringan siswa tidak bisa melakukan Login ke dalam sistem.

"Beberapa siswa yang tidak keluar soalnya, ada yang bisa login ulang dan ada yg tidak bisa login kembali. Yang tidak bisa login dipastikan akan UNBK Ulang SMK yang dijadwalkan 17-18 April 2017,"demikian Retno.[san]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya