Berita

Ilustrasi/Russia Today

Dunia

Anak Di Bawah 14 Tahun Akan Mungkin Dilarang Punya Akun Sosmed

KAMIS, 06 APRIL 2017 | 20:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia tengah mempersiapkan aturan untuk melarang anak-anak di bawah usia 14 tahun untuk menggunakan media sosial.

Aturan itu saat ini masih berbentuk RUU yang dirumuskan oleh dewan legislatif di Leningrad Region, Rusia.
 
Menurut draft, pemilik platform jaringan sosial harus mendaftarkan pengguna baru hanya setelah mereka memberikan data paspor mereka.


RUU akan berlaku untuk warga Rusia dan WNA yang tinggal di Rusia.

Dalam rumusan aturan yang sama, seperti dikabarkan Russia Today, anggota parlemen juga mengusulkan denda antara 100.000 dan 300.000 rubel bagi perusahaan media sosial yang gagal untuk mengamati putusan.

Bukan hanya itu, RUU juga mencakup aturan bahwa pengguna yang menyediakan data paspor palsu untuk pendaftaran bisa menghadapi denda antara 1.000 dan 3.000 rubel.

Aturan yang sama menyebutkan bahwa pengguna hanya diizinkan untuk membuat tidak lebih dari satu halaman per platform, dan harus menggunakan nama asli mereka saat melakukannya. Pelanggaran aturan ini akan dihukum dengan denda hingga 300.000 rubel untuk pemilik layanan dan sampai 5.000 rubel untuk pengguna.

Legislator menilai bahwa mendaftar di platform sosial menggunakan dokumen nyata juga akan memungkinkan anggota parlemen untuk menegakkan pembatasan konten dewasa. Menurut RUU, pemilik layanan harus mencegah anak di bawah usia 18 tahun bergabung dengan komunitas atau halaman dengan konten dewasa. Jika anak-anak untuk menemukan cara untuk memotong larangan tersebut, orang tua mereka akan didenda hingga 2.000 rubel

Salah satu sponsor dari gerakan, yakni wakil ketua DPRD Leningrad bernama Vladimir Petrov mengatakan dalam komentar dengan harian Izvestia bahwa ia dan rekan-rekannya ingin RUU diberlakukan pada 1 Januari 2018. Petrov mengatakan bahwa ini akan memberikan penyedia layanan cukup waktu untuk mengubah perjanjian pengguna mereka dan menghapus akun yang dibuat oleh orang-orang di bawah 14 tahun. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya