Berita

Presiden Komisi Eropa (kanan)/RT

Dunia

Komisi Eropa Tolak Permintaan Austria Mundur Dari Program Relokasi Pengungsi

KAMIS, 06 APRIL 2017 | 17:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker menolak permintaan Austria untuk mundur dari program penerimaan pengungsi yang mewajibkan negara Eropa menerima lebih banyak kuota pengungsi,

"Austria secara legal bergabung untuk berpartisipasi dalam program lekoasi dan saya secara pribadi menerima Austria untuk kewajibannya," kata Juncker dalam surat yang dibuat untuk menjawab surat Kanselir Austria Christian Kern.

Sebelumnya pada Maret lalu, Kern diketahui menuliskan surat untuk Komisi Eropa soal permintaan mundur dari program tersebut.


Dalam suratnya itu, Kern mengatakan bahwa Austria telah memenuhi kewajiban sebagaimana yang dibutuhkan terhadap pencari suaka.

Usulan untuk keluar dari program diperkenalkan oleh Menteri Pertahanan Austria Hans-Peter Doskozil. Ia mengatakan bahwa Austria sudah menjadi salah satu negara yang menanggung terberat beban pengungsi Eropa.

Usulan itu diperkenalkan setelah Menteri Dalam Negeri Austria Wolfgang Sobotka mengumumkan bahwa Austria telah memulai proses relokasi, dan akhirnya memenangkan dukungan dari Kabinet Austria meskipun diskusi panas.

Kanselir juga mengatakan pada saat itu bahwa Austria ingin keluar dari program tanpa konfrontasi hukum dengan Brussels.
 
Sekarang, kepala Komisi Eropa mengatakan bahwa situasi dengan migran di Eropa telah berubah secara dramatis sejak 2015, setelah Uni Eropa membentuk kontrol yang tepat di perbatasan luar dan di Laut Mediterania.

Dia juga menekankan bahwa jumlah pengungsi yang baru tiba secara signifikan telah menurun. Namun ia menekankan bahwa Yunani dan Italia masih memerlukan bantuan dalam mengurangi beban pengungsi mereka.

"Program relokasi adalah ekspresi solidaritas dan pemerataan tanggung jawab yang membutuhkan partisipasi aktif dari negara-negara anggota Uni Eropa," tegas Juncker seperti dimuat Russia Today. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya