Berita

Net

Nusantara

DPR Dukung Intervensi Pasar Untuk Stabilisasi Harga Gula

RABU, 05 APRIL 2017 | 20:58 WIB | LAPORAN:

Tingginya harga gula di pasaran dinilai sangat memberatkan konsumen, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan. Adapun, harga jual gula saat ini pada kisaran rata-rata Rp 13.766 per kilogram.

Karena itu, pemerintah mengambil langkah untuk mengendalikan harga jual terhadap tiga komoditas pangan yakni gula kristal putih, minyak goreng curah, dan daging beku. Kementerian Perdagangan juga menetapkan harga eceran tertinggi (HET) gula dengan kisaran  Rp 12.500 per kilogram.

Anggota Komisi VI DPR RI Slamet Junaidi mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, upaya yang dilakukan Kemendag tepat, dan sudah semestinya memang harus dilakukan.


"Setidaknya dengan adanya upaya intervensi harga ini diharapkan harga gula bisa terkontrol dan stabil. Terutama dalam menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri ke depannya," ujar Slamet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/4).

Menurutnya, komoditas gula dari tahun ke tahun selalu menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Mulai dari keterbatasan hasil produksi tebu hingga masih rendahnya kualitas tebu yang dihasilkan. Akibatnya, kebutuhan gula nasional belum tercukupi yang menjadi faktor masih adanya perusahaan swasta melakukan impor gula.

Anggota Panja Gula itu menilai, perusahaan swasta tidak bisa dilarang secara serta merta berhenti beroperasi, sepanjang tidak melanggar aturan serta mekanisme kebijakan impor yang ditetapkan pemerintah. Namun, fakta di lapangan, tidak sedikit perusahaan yang melakukan pelanggaran terhadap mekanisme dan kebijakan impor.

Slamet memandang perlunya penerapan sanksi kepada perusahaan swasta yang melanggar kebijakan yang telah ditetapkan. Bila perlu disertai dengan sanksi pencabutan izin usaha.

"Saya sepakat sanksi itu harus diberikan. Sehingga dengan itu bisa menimbulkan efek jera kepada perusahaan importir agar tidak main-main lagi dalam memonopoli harga yang merugikan masyarakat," pungkas politisi Partai Nasdem tersebut. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya