Berita

Foto: Net

Hukum

Ini Kronologis Polisi Berfoto Bersama Lima Mayat Terduga Begal

RABU, 05 APRIL 2017 | 18:48 WIB | LAPORAN:

Aksi aparat Polda Lampung berfoto dengan lima mayat terduga pelaku begal direspons penyelidikan oleh Mabes Polri. Pasalnya, sebagian masyarakat menganggap foto yang tersebar di media sosial itu tidak manusiawi.

"Awalnya satuan reserse bernama Tekad 308 Polda Lampung tengah menyelidiki kasus begal yang terjadi di sana," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, menjelaskan kronologis foto itu.

Tim Tekad 308 menelusuri jejak pelaku pembegalan yang diduga bekerja secara berkelompok. Lima penyamun itu, ujar Rikwanto, biasa menggunakan dua motor. Masing-masing motor ditumpangi dua dan tiga pelaku.


"Kalau dua orang atau tiga orang itu beraksi, bisa dapat tiga motor," terang Rikwanto.

Setelah menemukan waktu yang tepat, polisi mengejar dan menangkap komplotan asal Jabung, Lampung Timur, itu pada Sabtu dinihari (1/4). Namun, upaya tersebut mendapat perlawanan dari para pelaku sekira pukul 02.15 WIB.  Baku tembak tak terelakkan di Jembatan Layang Srengsem, Panjang, Bandar Lampung.

Lanjut Rikwanto, akhirnya para pelaku dilumpuhkan dengan tembakan mematikan. Lima begal itu tertembak di sejumlah bagian vital.

Aparat Polda Lampung sempat melarikan mereka ke Rumah Sakit Polri tetapi nyawa mereka tidak tertolong sebelum tiba di RS.

"UGD juga mengecek, ternyata (pelaku) sudah meninggal. Kemudian diarahkan ke kamar jenazah," tutur Alumni Akpol 1988 itu.

Saat tiba di depan kamar jenazah pukul 03.00 WIB, lanjut Rikwanto, ternyata ruangan dalam kondisi terkunci. Ruang jenazah baru dibuka pukul 05.00 WIB.

"Saat bersamaan, jenazah masih di mobil dan ada darah menetes. Agar mobil tidak menumpuk (berceceran darah), jasad pelaku dipindahkan ke kamar jenazah dan disimpan dulu di rerumputan taman di sana," jelas Rikwanto.

Spontan saja salah satu aparat berinisiatif untuk mengabadikan momen dan diikuti petugas yang lainnya.

"Yang lain secara spontan (ikut berfoto). Tidak ada koordinasi ikut-ikutan ambil foto," klaimnya. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya