Berita

Hukum

Pelapor Duga Rekan Bisnis Sandi Kabur Ke Amerika

SELASA, 04 APRIL 2017 | 20:39 WIB | LAPORAN:

Pelapor kasus penggelapan penjualan tanah menduga rekan bisnis calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yakni Andreas Tjahjadi melarikan diri ke luar negeri.

"Saya mengecek dari kemarin posisi Pak Andreas sudah tidak lagi di Indonesia. Berarti kabur istilahnya," ungkap Fransiska Kumalawati Susilo selaku kuasa Edward Soeryadjaya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/4).

Dia mengaku mendapat informasi bahwa Andreas pergi ke Amerika Serikat. Menurutnya, keluarga Andreas selama ini memang bermukim di negeri Paman Sam.‎ Pada Senin kemarin (3/4), Siska kembali menyambangi Mapolda Metro Jaya untuk memberi tahu perkembangan posisi Andreas.


"Ke Amerika kayaknya dia, karena saya sudah sampaikan ke Polda kalau anak istri Andreas ini ada di Amerika. Kan saya kenal mereka sudah lama, lebih 20 tahun. Jadi saya tahu‎," jelasnya.

Sejatinya, Andreas hari ini dijadwalkan untuk diperiksa penyidik Polda Metro. Bahkan, panggilan kali ini merupakan yang kedua karena Andreas tidak pernah mau datang. Padahal, rekan bisnisnya Sandi sudah memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

"Kan hari ini seharusnya Andreas datang dipanggil penyidik untuk diperiksa," kata Siska.
‎
Sebagaimana diketahui, Edward Soeryadjaya memberi kuasa kepada Fransiska Kumalawati Susilo untuk melaporkan Sandiaga Uno dan rekan bisnisnya Andreas ke Polda Metro Jaya, terkait penggelapan penjualan sebidang tanah yang berlokasi di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan.

Sandi sendiri mengaku mengenal nama Fansiska Kumalawati Susilo yang merupakan istri kedua Edward Soerjadja, anak pendiri Astra International William Soerjadjaja.

Sandi yang berpasangan dengan calon gubernur Anies Baswedan mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada 31 Maret lalu. Dia baru pertama kalinya diperiksa untuk kasus penggelapan tanah. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya