Berita

Melcias Marchus Mekeng/Net

Hukum

Mekeng: Nazaruddin Menembak-nembak Dengan Keji

SELASA, 04 APRIL 2017 | 02:30 WIB | LAPORAN:

. Mantan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Melcias Marchus Mekeng menuding mantan Anggota DPR sekaligus mantan Bendahara Partai Demokrat M. Nazaruddin merupakan aktor dari korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Menurut Mekeng, Nazar sengaja menyeret dirinya dan pihak lain untuk masuk dalam pusaran kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

"Ini sebenarnya Nazaruddin aktornya, bahwa itu dia menembak-nembak orang dengan keji," kata Mekeng saat menjadi saksi dalam persidangan lanjutan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/4).


Politisi Partai Golkar itu juga membantah tudingan dari Nazar terkait aliran dana korupsi proyek pengadaan e-KTP yang pernah diterimanya. Dirinya juga siap dikonfrontir dengan Nazar yang ikut dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi persidangan lanjutan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Sebab, sebelumnya Nazar menjelaskan Mekeng menerima uang 1,4 dolar AS dari proyek e-KTP.  Pemberian 1,4 juta dolar AS kepada Mekeng diketahui Nazar melalui keterangan Andi Agustinus alias Andi Narogong dan catatan pembukuan Andi Narogong.

"Saya tidak kenal dengan Andi Narogong, saya tetap pada pendirian saya, saya tidak pernah menerima uang terkait proyek e-KTP. Yang pasti pembahasan itu (proyek pengadaan e-KTP) ada di Komisi II, di Bandan Anggaran tidak pernah membahas e-KTP dan itu saya bisa buktikan," jelas Mekeng.

Setelah mendengar kesaksian Mekeng, jaksa KPK meminta majelis hakim kembali menghadirkan Nazar untuk dikonfrontir mengenai keterangan Mekeng. Keduanya pun duduk satu baris di depan majelis hakim.

Ketua Majelis Hakim Jhon Halasan Butarbutar kembali mempertanyakan keterangan Nazar mengenai aliran dana kepada Mekeng. Nazar kembali membeberkan bahwa uang 1,4 juta dolar AS diketahui dari penjelasan Andi Narogong dan catatan pembukuan Andi.

Mendengar pengakuan Nazar, Mekeng kembali menyatakan tidak pernah menerima uang dari Andi narogong. Dirinya juga mengulangi bahwa tidak pernah kenal dengan Andi Narogong.

"Saya tidak kenal Andi, saya tidak pernah menerima apapun dari Andi. Dan saya berpikir ini catatan Nazar dan Andi untuk mengambil uang dari proyek tersebut dan dia (Nazar) mengkalim sudah diberikan ke orang lain," ujar Mekeng.

"Tidak ada yang perlu dipersoalkan di sini tingal nanti bukti-bukti lain yang barangkali saja ada yang mendukung nanti kita lihat," ujar Hakim Jhon menutup sesi konfrontasi. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya