Berita

Masjid Jerman/RT

Dunia

Wakil Menkeu Jerman Dorong Pengenalan Hukum Islam

JUMAT, 31 MARET 2017 | 18:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Wakil Menteri Keuangan Jerman Jens Spahn menyerukan pengenalan hukum Islam di komunitas Muslim di Negara tersebut. Ia menilai bahwa hal itu bisa menjamin transparansi bagi praktik komunitas Muslim yang lebih besar di Jerman.

Spahn pun mendorong agar komunitas Muslim mendiri sebuah masjid resmi yang terdaftar di pemerintah dan mendorong agar pemuka agama Islam di Jerman menggunakan bahasa Jerman dalam layanan dan ceramahnya.

Langkah ini dinilai bisa menjaga transparansi praktik komunitas Muslim di Jerman, mengingat banyak pemuka gama yang datang dari luar negeri dan dibiayai oleh sumber-sumber asing.


Secara khusus, Spahn menyerukan tes bahasa untuk imam Muslim dan menambahkan bahwa penting bagi imam untuk menyampaikan ajaran-ajaran dalam bahasa Jerman untuk membantu mengurangi prasangka terhadap Muslim.

"Imam dari luar negeri itu menyebabkan disintegrasi sosial,” katanya,

Ia menambahkan bahwa ceramah dengan bahasa Jerman dapat dipahami semua orang dan membantu pihak berwenang Jerman untuk tahu apa yang terjadi di masjid-masjid.

Spahn juga menuntut agar masjid di Jerman didaftarkan resmi ke pemerintah.

Lebih lanjut ia menakankan bahwa saat ini, tidak ada perwakilan pusat untuk Muslim yang tinggal di Jerman dan bahwa asosiasi Islam saat ini di negara ini hanya mewakili bentuk yang sangat konservatif agama.

“Mereka berbicara hanya untuk minoritas Muslim. Mereka adalah mitra yang salah,” kata Spahn seperti dimuat Russia Today. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya