Berita

novanto/net

Hukum

Di BAP Ganjar Pranowo, Andi Narogong Orang Dekat Novanto

KAMIS, 30 MARET 2017 | 19:00 WIB | LAPORAN:

Mantan Wakil Ketua KPK, Ganjar Pranowo mengakui, pengusaha rekanan Kementerian Dalam Negeri, Andi Agustinus alias Andi Narogong merupakan orang dekat Setya Novanto yang sekarang menjabat sebagai Ketua DPR RI.

Pengakuan Ganjar tersebut tertera dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibacakan jaksa lembaga antirasuah di sidang lanjutan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Awalnya Ganjar mengaku tidak mengenal Andi Narogong, namun saat penyidik memperlihatkan foto Andi, Ganjar menjelaskan dirinya pernah mengetahui Andi pada saat pembicaraan dan pembahasan di Badan anggaran DPR dan rapat komisi bahwa Andi Narogong adalah orang dekat Setya Novanto.


Dalam BAP nomor 10 pada poin 4, itu juga menjelaskan Andi adalah pengusaha yang biasa mengerjakan proyek kementerian.

"Dan (Andi Narogong) biasa mengerjakan proyek pemerintahan dan dari pembicaraan tersebut, untuk saudara AA ini merupakan orang dekat Setya Novanto dan sudah bukan rahasia umum," kata jaksa KPK Wawan Yunarwanto saat membacakan BAP Ganjar di Pengadilan Tipikor Jakarta, jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (30/3).

Saat ditanya mengenai pernyatan di BAP, Ganjar merasa keterangan tersebut tidak pernah disampaikan saat pemeriksaan. Politisi PDI Perjuangan itu kemudian meminta majelis hakim untuk membuka rekaman saat pemeriksaan di KPK.

"Khusus bagian itu, kalau memang keterangannya seperti itu, saya minta diklarifikasi kalimat itu, karena seingat saya, saya tidak pernah menerangkan seperti itu. Kalau boleh atas seizin majelis hakim, saya ingin rekaman penyidikan itu dibuka," ujar Ganjar.

Seperti diketahui, kabar kedekatan Andi dengan Novanto bukan hanya didengar oleh Ganjar. Mantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap juga pernah mengungkapkan hal yang sama saat dimintai keterangan penyidik KPK.

Dalam BAP Chairuman, dirinya menjelaskan sepanjang yang diketahui, Andi merupakan pihak yang sering mengerjakan proyek di DPR dan dekat dengan Novanto. Meski demikian Chairuman tidak mengetahui sejauh mana kedekatan Andi dengan Novanto.

Andi sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, 23 Maret 217 lalu. Andi diduga pernah melakukan sejumlah pertemuan dengan pejabat Kementerian Dalam Negeri, anggota DPR, dan pengusaha untuk membahas anggaran proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut. Andi diduga membagikan uang kepada pejabat Kemendagri dan anggota DPR.

Dalam surat dakwaan, Andi diduga pernah menyepakati pemberian kepada Setya Novanto sebesar 11 persen dari total nilai proyek e-KTP, atau sekitar Rp 574 miliar.[san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya