Berita

Miryam Haryani/net

Hukum

Masinton Bantah Terlibat Mengintimidasi Miryam

RABU, 29 MARET 2017 | 16:58 WIB | LAPORAN:

Politikus PDI Perjuangan di Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu, membantah dirinya menekan anggota DPR RI yang menjadi saksi kasus korupsi E-KTP, Miryam Haryani.

Masinton mendapat informasi dari media massa bahwa Miryam diintimidasi oleh enam orang anggota dan bekas anggota Komisi III DPR.

Kabarnya, tekanan terhadap Miryam terjadi sebelum persidangan pekan lalu, di mana Miryam menjadi saksi yang dihadirkan Jaksa KPK. Lima dari enam nama yang muncul adalah Bambang Soesatyo, Azis Syamsuddin, Masinton Pasaribu, Desmond Mahesa, dan Ahmad Yani.


Tekanan terhadap Miryam membuat politikus Hanura itu mencabut berita acara pemeriksaannya (BAP) di tengah persidangan.

Soal itu, Masinton membantah pernah bertemu Miryam membicarakan kasus E-KTP.

"Meskipun sama-sama anggota DPR, saya sangat jarang sekali ketemu Bu Miryam, karena kami berada dalam Komisi dan Fraksi yang berbeda," ungkapnya, dalam keterangan tertulis.

Sehubungan rumor enam anggota DPR menekan Miryam untuk tutup mulut dan mencabut BAP (berita acara pemeriksaan) dalam sidang, Masinton tegaskan itu tidak benar.

"Ketika saya ketemu dengan Mas Bambang Soesatyo dan Desmond Mahesa barusan di ruang rapat Komisi III, beliau juga membantah rumor tersebut," tegasnya. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya