Berita

Ilustrasi/Press TV

Dunia

Kekeringan Parah, Tiga Juta Warga Kenya Krisis Pangan

SELASA, 28 MARET 2017 | 19:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jumlah warga Kenya membutuhkan bantuan pangan darurat meningkat dua kali lipat dalam tiga bulan terakhir menjadi tiga juta orang.

Begitu peringatan yang disampaikan oleh Palang Merah Internasional hari ini (Selasa, 28/3).

Meningkatnya angka tersebut disebabkan oleh kekeringan yang memburuk di negara tersebut.


Kenya adalah salah satu dari beberapa negara Afrika Timur yang menderita krisis pangan, bersama dengan Ethiopia dan Sudan Selatan serta Somalia.

Seperti banyak negara tetangga, Kenya menderita efek dari dua musim hujan gagal berturut-turut. Hal itu sangat mengurangi panen tanaman dan membuat pangan melonjak, serta mendorong inflasi ke angka tertinggi dalam lima tahun terakhir di angka sembilan persen pada Februari.

"Situasi ini semakin parah setiap hari. Tarif Malnutrisi antara anak-anak yang terus naik. Anak-anak sakit, dan mata pencaharian keluarga telah hancur setelah kehilangan ribuan ternak mereka," kata Dr Abbas Gullet, sekretaris jenderal Palang merah Kenya.

"Hal ini lebih dan lebih sulit bagi orang untuk mengakses air. Orang harus melakukan perjalanan sampai tiga kali lebih lama hanya untuk mendapatkan air bagi keluarga mereka," sambungnya seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya