Berita

Y Paonganan/Net

Nusantara

Indonesia Maritime Institute Bikin Marine Rescue Drone

MINGGU, 26 MARET 2017 | 22:41 WIB | LAPORAN:

Indonesia dikenal sebagai negara dengan luas lautan 70 persen dari total luas wilayahnya. Kondisi ini tentu menjadikan laut sebagai tempat aktifitas sebagian rakyatnya, baik sebagai nelayan, pelaut, wisata pantai, dan lain sebagainya.

Salah satu konsekuensi dari kondisi tersebut sering terjadi kecelakaan di laut yang tidak sedikit menimbulkan korban jiwa. Karena itu diperlukan berbagai sarana dan prasarana untuk meminimalkan korban kecelakaan yang terjadi di laut.

Saat ini, Dr. Y. Paonganan atau lebih dikenal dengan Ongen beserta timnya di Indonesia Maritime Institute (IMI) sedang membuat "Marine Rescue Drone" sebagai salah satu alat penyelamatan korban kecelakaan di laut. Wahana ini berbasis teknologi UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau yang dikenal dengan nama drone.


"Drone jenis ini sudah dikembangkan di Korea dan AS dan banyak digunakan utk penyelamatan korban di kawasan wisata pantai, kecelakaan kapal laut dan kecelakaan lainnya yang terjadi  di lautan. Kalau negara lain bisa buat, kita pun bisa membuat bahkan bisa lebih baik," jelas Ongen.

"Proses pembuatan 'Marine Rescue Drone' ini sudah hampir rampung, diharapkan awal April 2017 sudah bisa diuji coba dan diharapkan bisa menjadi dalah satu alat rescue untuk keselamatan nyawa manusia," sambungnya.

Lebih lanjut Ongen menjelaskan, cara kerja drone jenis ini adalah mengirimkan pelampung ke lokasi korban yang sedang panik dan terombang ambing dilautan secara cepat dan akurat sebelum alat penolong lainnya datang untuk mengevakuasi.

"Drone ini dilengkapi autonomus system, GPS dan kamera yang bisa membantu pencarian posisi korban dan segera mengambil tindakan penyelamatan pertama dengan menjatuhkan pelampung yang dibawa oleh drone tersebut, kecepatan dan ketepatan diharapkan drone ini mampu meminimalisir jatuhnya korban jiwa. Semoga hasil karya anak bangsa ini bisa membantu kegiatan maritim di negeri ini," tutup Ongen. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya