Berita

Michael Flynn/BBC

Dunia

Mantan Penasihat Trump Pernah Bahas Soal Ekstradisi Gulen Dengan Turki?

MINGGU, 26 MARET 2017 | 14:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan penasihat keamanan nasional Presiden Amerika Serikat Donald Trump yakni Michael Flynn membahas soal penghapusan ulama Truki, Fetulah Gulen dari negeri Paman Sam.

Begitu kata mantan direktur CIA James Woolsey. Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, ia mengatakan bahwa ia hadir dalam sebuah diskusi tentang metode penghapusan dan prosoes ekstradisi hukum.

Pertemuan yang berlangsung di Hotel New York September lalu itu ikut dihadiri oleh Flynn yang saat itu merupakan penasihat keamanan nasional untuk kampanye pemilu Trump, menantu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.


Woolsey sendiri mengaku bahwa dirinya datang terlambat dalam pertemuan itu sehingga ia mungkin tidak mendengar sebagian pembahasan.

"Ada pembicaraan serius untuk menemukan beberapa cara untuk memindahkan Gulen dari AS ke Turki," sebutnya.

"Anda mungkin menyebutnya curah pendapat. Tapi itu curah pendapat tentang masalah yang sangat serius yang akan cukup jelas merupakan pelanggaran hukum," tambahnya.

Namun juru bicara untuk Flynn menentang pernyataan Woolsey soal peristiwa tersebut.

"Tidak pernah ada waktu Gen Flynn mendiskusikan tindakan ilegal, penghapusan fisik non-yudisial atau kegiatan lain," kata jubir Flynn seperti dimuat BBC.

Sebagai informasi, Fetullah Gulen sendiri adalah ulama ternama Turki yang hidup di Amerika Serikat. Ia merupakan sosok yang paling dicari oleh pemerintah Turki saat ini karena dinilai merupakan otak di balik kudeta gagal pertengahan tahun lalu. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya