Berita

Khofifah Indar Parawansa/Net

Nusantara

Mensos Dorong Peran Muslimat NU Atasi Kemiskinan

SABTU, 25 MARET 2017 | 22:54 WIB | LAPORAN:

Kementerian Sosial mendorong peran Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dalam mengatasi kemiskinan di wilayah pedesaan. Salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat lewat produk unggulan di desa masing-masing.

"Mayoritas masyarakat desa bekerja di sektor pertanian. Konsep petik, olah, kemas jual sangat relevan untuk meningkatkan nilai jual produk, sekaligus memberdayakan masyarakat desa," ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di sela Rapat Pimpinan Nasional Muslimat NU 2017 di Sentul, Bogor, Jawa Barat (Sabtu, 25/3).

Menurutnya, jumlah masyarakat miskin di pedesaan sebanyak lebih dua kali lipat dari perkotaan. Yang kebanyakan adalah warga Nahdliyin.


Khofifah menjelaskan, berdasarkan data BPS per September 2016, angka kemiskinan di kota mencapai 7,73 persen dan di desa 13,96 persen. Tidak banyak berubah dari periode yang sama di tahun 2015. di mana angka kemiskinan di kota mencapai 8,22 persen dan desa 14,09 persen. Sedangkan, per Maret 2016, perbandingan angka kemiskinan masyarakat kota dan desa masih berbeda dua kali lipat, yakni 7,79 persen di kota dan 14,11 persen di desa.

"Muslimat NU memiliki peran untuk fokus menangani persoalan kemiskinan di wilayah pedesaan," bebernya.

Dia menambahkan, Muslimat NU perlu melakukan pendampingan secara berkelanjutan dalam upaya mengentaskan kemiskinan masyarakat pedesaan. Mengingat, produk-produk khas unggulan yang dimiliki desa tidak dapat berkembang karena terkendala minimnya modal, pengetahuan, dan pendampingan.

Juga perlu aktif membangun kerja sama dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta, agar seluruh program dapat terlaksana baik.

"Dakwah bil maal harus diperkuat dengan koperasi Anisa, YPM dan YKM, serta pesantren," tegas Khofifah yang juga ketua umum Pimpinan Pusat Muslimat NU.

Rapimnas Muslimat NU 2017 sendiri menjadi rangkaian awal dari Harlah ke-71 organisasi perempuan NU. Diikuti oleh 342 peserta dari 34 pimpinan wilayah dan 74 pimpinan cabang seluruh Indonesia. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya