Berita

Net

Nusantara

Jokowi: Penerima KIS Tidak Dilayani Baik Laporkan Ke Saya

SABTU, 25 MARET 2017 | 22:02 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), di sela rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sabtu, 25/3).

Dia menyampaikan bahwa jumlah penerima KIP di Mandailing Natal sebanyak 706 anak.

"SD mendapatkan 450 ribu, SMP akan mendapatkan 750 ribu, SMA/SMK akan mendapatkan satu juta," terang Jokowi.


Jokowi mengatakan bahwa dana KIP dapat dipergunakan untuk keperluan sekolah dan tidak boleh untuk membeli pulsa. Jika ketahuan maka kartunya akan dicabut.

"PMT untuk ibu hamil 1-3 bulan hanya dua keping per hari, umur 4-9 bulan tiga keping. Untuk balita, umur sampai 11 bulan delapan keping per hari, umur 1-5 tahun 12 keping per hari," jelasnya sembari mengingatkan selain PMT tetap harus mengkonsumsi sumber protein seperti tahu, tempe, dan telur.

Untuk anak usia sekolah, takaran biskuitnya enam keping per hari.

"Bagi penerima PKH, mendapatkan Rp 1.890 ribu setahun dan diambil setiap tiga bulan. Pengambilan dilakukan di BRI," sambung Jokowi.

Terkait dengan KIS dapat dipergunakan untuk berobat ke Puskesmas dan rumah sakit tanpa dipungut biaya.

"Jika tidak dilayani dengan baik bisa dilaporkan ke bupati, kurang mempan dilaporkan ke gubernur, kurang mempan lagi lapor ke Bu Menkes Nila Moeloek. Dan kalau masih kurang silahkan lapor ke saya, akan saya copot dan ganti," tegas Jokowi.

Penyerahan secara simbolis KIS, KIP, PKH, dan PMT kepada para penerima dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Ketua BPJS Fahmi Idris. Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja Mandailing Natal antara lain Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi. [wah] 

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya