Berita

Net

Nusantara

Bimbel Diduga Kuat Bocorkan Soal USBN Di Sejumlah Daerah

KAMIS, 23 MARET 2017 | 22:25 WIB | LAPORAN:

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menerima sejumlah laporan dugaan terjadinya kebocoran soal dan kunci jawaban Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di sejumlah daerah sejak 20 Maret 2017.

Laporan mengungkap bahwa siswa memperoleh bocoran soal dan jawaban dengan membeli dari lembaga bimbingan belajar (bimbel) berinisial Q dan IS. Kisaran harga adalah Rp 10 juta untuk enam paket kunci jawaban esai maupun pilihan ganda.

"Umumnya para siswa berkelompok, sehingga bisa patungan antara Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per orang. Kelompok maksimal yang bisa ditoleransi adalah 70 orang per kelompok," kata Sekjen FSGI Retno Listyarti kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/3).
 

 
Dia menjelaskan, modus pembocoran sama polanya dengan pembocoran kunci jawaban UN selama ini, yaitu kunci jawaban dikirim melalui aplikasi WhatsApp dan Line.

"Bedanya, kalau UN baru dikirim beberapa jam menjelang soal diuji tetapi USBN siswa sudah memperolehnya satu hari sebelumnya. Tidak hanya jawaban pilihan ganda tetapi juga jawaban esai, lengkap dengan qlue soal sesuai paket yang diterima siswa bersangkutan. USBN menyediakan empat paket soal yaitu dua paket soal utama dan dua paket soal susulan," beber Retno.

Presidium FSGI DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah Heru Purnomo menambahkan, menyikapi pernyataan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mempersiapkan aturan untuk menghukum guru dan sekolah jika terbukti membocorkan soal USBN, pihaknya perlu menyampaikan hasil temuan berdasarkan laporan yang diterima. Bahwa pelaku pembocoran soal bukanlah guru tapi diduga kuat adalah lembaga bimbel. 

"Apakah pemerintah juga sudah menyiapkan hukuman untuk bimbel dan pihak lain yang bukan guru dan sekolah sebagai pembocor USBN. Sementara pembocor soal UN SMA jurusan IPA di Google Drive pada tahun 2015 saja tidak jelas penyelesaiannya hingga hari ini," ujarnya.

Meski tidak membuka posko pengaduan USBN, namun FSGI malah menerima laporan dari sejumlah daerah terkait kebocoran soal dan kunci jawaban. Yaitu di Pekanbaru, Kota Medan, Indramayu, Kudus, Pati, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, serta Nusa Tenggara Barat. Ada juga laporan tentang pelaksanaan USBN yang tanpa kebocoran seperti di Tasikmalaya, Bogor, Garut Jambi, dan Bengkulu. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya