Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Sikap PBB Kecam Uji Coba Nuklir Lecehkan Kedaulatan Korut

KAMIS, 23 MARET 2017 | 20:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pembaruan teknologi nuklir dan militer Korea Utara merupakan satu-satunya cara untuk melincungi perdamaian serta stabilitas di Semenanjung Korea. Pasalnya, Korea Selatan dan Amerika Serikat dinilai kerap memprovokasi Korea Utara dengan peningkatan kekuatan militer serta latihan gabungan rutin.

Begitu penjelasan yang disampaikan oleh Duta Besar Korea Utara untuk Rusia Kim Hyong Jun dalam jumpa dengan wartawan di Rusia pertengahan Maret ini.

Lebih lanjut ia mengelaborasi bahwa latihan militer yang agresif antara negara tetangga Korea Selatan dan Amerika Serikat telah dilakukan bahkan sebelum Korea Utara memiliki senjata nuklir seperti saat ini.


"Kebijakan Amerika Serikat yang sangat bermusuhan terhadap Korea Utara, pemerasan nuklir dan ancaman, termasuk latihan militer bersama, penyebaran senjata nuklir, menyebabkan kita untuk mengembangkan sendiri kemampuan ofensif nuklir kami," bebernya.

Karena itulah, menurutnya, cukup masuk akal jika negaranya terus memperbaharui teknologi nuklir. Tujuannya tak lain adalah untuk secara radikal menghilangkan bahaya perang nuklir yang berasal dari Amerika Serikat.

"Tindakan defensif militer kita, termasuk uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik, menjadi demonstrasi hak untuk membela diri dan adalah sarana yang nyata pembalasan dan hak yang sah dari negara berdaulat dalam menanggapi ancaman nuklir," lanjutnya.

Karena itulah, ia mempertanyakan sikap Dewan Keamanan PBB yang mengecam uji coba nuklir Korea Utara.

"Korea Utara sangat mengecam ini dan menolak ini karena secara langsung melecehkan kedaulatan sanksi negara melalui resolusi Dewan keamanan PBB, sebagai dokumen kriminal, tanpa legalitas," tegasnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya