Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Rasa Tidak Aman Dan Korupsi Perburuk Wajah Pendidikan Afghanistan

KAMIS, 23 MARET 2017 | 19:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kemajuan Afghanistan dalam mendidik anak-anak, berada di bawah ancaman. Pasalnya, rasa tidak aman, merebaknya korupsi dan kurangnya pendanaan internasional menyebabkan banyak sekolah tutup.

Tingkat kehadiran anak-anak di bangku sekolah di Afghanistan sebenarnya meningkat dari semula kurang dari satu juta anak datang ke sekolah ketika Taliban digulingkan dari kekuasaan pada tahun 2001 menjadi lebih dari tujuh juta anak saat ini.

Tapi kemajuan dalam mengangkat pendaftaran telah terhenti karena uang yang dialokasikan untuk gedung sekolah baru disalah-gunakan oleh sejumlah oknum "guru hantu". Itu artinya, dana dialokasikan, namun pada kenyataannya tidak ada guru dan bangunan sekolahyang dibangun.


Masalah itu pun memperburuk kualitas pendidikan di Afghanistan.

Channel News Asia mengabarkan bahwa diperkirakan ada lebih dari 3,5 juta anak-anak Afghanistan yang akan bolos sekolah pada awal tahun ajaran ini.

Juru bicara Kementerian Pendidikan Mujib Mehrdad mengatakan sulit untuk mengatakan dengan tepat berapa banyak anak-anak yang masih datang ke sekolah. Namun ia membenarkan bahwa situasi pendidikan di negara tersebut semakin memburuk.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tahun lalu karena peningkatan ketidakamanan, sebanyak 1.006 sekolah terpaksa ditutup. Jumlah itu dua kali lipat lebih besar daripada tahun 2015.

Kelompok pembela hak anak, Save the Children memprediksi jumlah sekolh yng hilang di Afghanistan bisa meningkat lebih dari 400.000 pada tahun ini karena ketidakamanan dan karena ada hingga satu juta pengungsi Afghanistan diprediksi akan kembali dari Pakistan pada tahun 2017 ini, banyak dari mereka adalah anak-anak yang tidak akan hadir ke sekolah. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya