Berita

Dubai duty free/Net

Dunia

Duty Free Bandara Dubai Khawatir Merugi Dengan Batasan Baru Penerbangan AS

KAMIS, 23 MARET 2017 | 17:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Operator duty free di Bandara Dubai International memprediksi akan kehilangan keuntungan hingga sekitar 2 juta dolar AS tahun ini sebagai imbas dari kebijakan yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat.

Dikabarkan Channel News Asia, larangan membawa perangkat elektronik besar yang diterapkan oleh Amerika Serikat bagi maskapai yang membawa penumpang dari delapan negara mayoritas Muslim, termasuk Uni Emirat Arab diperkirakan akan berimbas pada penjualan produk-produk di Duty Free Bandara Dubai.

"Kami memperkirakan bahwa larangan tersebut akan menelan biaya sekitar dua juta dolar AS dalam pendapatan untuk tahun ini," kata Chief Operating Officer Dubai Duty Free Ramesh Cidambi dalam sebuah pernyataan.


Perkiraan tersebut didasarkan pada penjualan elektronik untuk penumpang ke Amerika Serikat, namun tidak termasuk ponsel dan aksesoris. Belum diketahui hingga kapan aturan itu akan diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Kepala eksekutif bandara Dubai, Paul Griffiths, sebelumnya mengatakan bahwa larangan elektronik meliputi barang yang dijual di bandara, termasuk toko bebas bea.

Peraturan didorong oleh laporan bahwa kelompok militan ingin menyelundupkan bahan peledak di gadget elektronik. Peraturan menyatakan bahwa barang elektronik yang lebih besar daripada ponsel, termasuk laptop dan tablet, harus disimpan dengan bagasi diperiksa pada penerbangan penumpang ke Amerika Serikat. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya