Berita

Bisnis

Menara BTN Sepi Dari Massa Aksi Demonstrasi

KAMIS, 23 MARET 2017 | 11:44 WIB | LAPORAN:

Menara Bank Tabungan Negara (BTN) dikabarkan akan didatangi massa untuk menggelar aksi atas hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank BTN yang dianggap bernuansa politis.

Sulis Usdoko, bankir Bank BTN yang kinerjanya paling kinclong justru harus digusur dalam RUPS BTN pada 17 Maret 2017.

Begitu disampaikan dalam rencana aksi oleh Barisan Peduli Rakyat (BAPER) lewat koordinator massa aksi Firman Karyadi.


Namun hingga pukul 11.30 WIB, Kamis, (23/3) massa aksi yang digemborkan akan meramaikan jalan Gajah Mada Nomor 1 tak kunjung tiba. Bahkan security BTN pun mengaku tidak mengetahui adanya rencana aksi di Menara BTN hari ini.

"Enggak ada laporan apa-apa hari ini kalau ada aksi. Dari pagi sepi-sepi aja," ujar salah seorang petugas keamanan Menara BTN kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Dari pesan undangan aksi yang dikirim melalui media sosial, BAPER menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Sulis Usdoko Bank BTN berhasil memperbaiki NPL BTN menjadi dibawah 3 % atau terbaik sepanjang sejarah berdirinya Bank BTN dan saham Bank BTN langsung melesat terbang tinggi.

Sudah menjadi rahasia umum di SP BTN terkenal dengan kekuatan massa dan organisasi solid serta militan.  Tetapi kenapa dalam kasus pencopotan Sulis Usdoko, SP BTN terkesan diam dan ada kong kalingkong dengan  Maryono yang banyak kalangan menilai hubungannya tidak harmonis.

"Apakah hubungan masa lalu Sulis Usdoko dengan Ketua Dewan Pembina SP BTN, Sutarno yang buruk hingga terdepaknya Sutarno dari posisi struktural di BTN secara menyakitkan telah memunculkan dendam dari aktivis-aktivis SP BTN yang berkepanjangan," kata Firman.

Karena itu Barisan Peduli Rakyat (Baper) bermaksud melakukan aksi unjuk rasa menuntut pertanggungjawaban advokasi dari SP BTN kepada Sulis Usdoko dengan tuntutan yakni:

1. Mendesak SP-BTN untuk mengadvokasi dan membela Sulis Usdoko dalam melawan putusan RUPS BTN 17 Maret 2017.

2. Mendesak SP BTN mengirim surat keberatan kepada Meneg BUMN dan Komisi VI DPR RI atas pergantian Sulis Usdoko dengan Mahelan Prabantarikso.

2.Mendesak SP BTN melakukan aksi menekan Meneg BUMN untuk menggelar RUPS Luarbiasa dengan agenda tunggal pengangkatan kembali Sulis Usdoko sebagai Direktur Bank BTN.

3.  Mendesak Direksi BTN mencopot jabatan struktural Satya Wijayantara, M. Faiz, Rismuji, Zein Wargadibrata serta khusus Sutarno agar dicopot jabatannya dari Dana Pensiun.

4. Mendesak SP BTN memajukan jadwal Munas dari semula tahun 2019 menjadi Munas Luarbiasa tahun 2017 dengan agenda tunggal pencopotan Satya Wijayantara,Sutarno,M.Faiz,Rismuji,Zein Wargadibrata masing-masing dari kedudukannya sebagai pengurus DPP SP BTN.

4. Mendesak agar Direksi Bank BTN menerbitkan peraturan larangan rangkap jabatan antara jabatan pengurus SP BTN dengan jabatan struktural di BTN termasuk larangan jabatan di Dana Pensiun dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai BTN.

6. Mendesak Komisaris dan Direksi Bank BTN mengeluarkan peraturan larangan pencalonan kembali Sutarno,Satya Wijayantara,M.Faiz, Rismuji dan Zein Wargadibrata sebagai pengurus SP BTN dalam periode berikutnya.

7.Mendesak SP-BTN melakukan advokasi secara serius terhadap ratusan karyawan BTN yang menjadi korban praktek investasi bodong Koperasi Pandawa serta mendesak penolakan pengenaan sanksi terhadap karyawan BTN yang menjadi korban investasi bodong pandawa. [zul]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya