Berita

Foto: Istimewa

Nusantara

Stop Isu SARA dan Permusuhan Diserukan di Jaktim

RABU, 22 MARET 2017 | 22:37 WIB | LAPORAN:

RMOL. Gabungan beberapa Majelis Taklim se-Jakarta Timur memberikan dukungan penuh jihad konstitusi yang digaungkan Jamaah Pengajian Pendukung Ahok-Djarot (Jampe2Aja) untuk memenangkan Ahok-Djarot di putaran kedua Pilkada DKI 2017.

"Alhamdulillah ratusan ibu-ibu majelis dari 10 Majelis Taklim se Jakarta Timur mendukung penuh dan berjuang untuk menangkan Ahok-Djarot. Mereka pastikan tidak takut dengan intimidasi murahan," ungkap Ketua Forum Komunikasi Ulama dan Masyarakat (Forkum), Sholeh Marzuki di Majelis Ta'lim Darus Sakinah, Jakarta Timur, Rabu (22/3).

Acara ini juga dihadiri Wakil Katib Syuriyah NU DKI Jakarta Ustadz H. Taufik Damas, Lc, Ustadz Rohali, Ustadz Lora Rasidi, Ustadz Lora Yakub, bersama ratusan ibu-ibu majelis taklim dan relawan Badja.


Lebih lanjut, pria yang biasa disapa Gus Sholeh ini memastikan akan terus berjuang melakukan pengajian blusukan di kandang eks pendukung paslon 1 dan 3 untuk menjaring kantong suara dukungan memenangkan calon petahana.

"Umat muslim jangan takut di intimidasi. Pilihlah sesuai hati nurani, pilih yang sudah teruji. Kita doakan saja orang yang mengkafir-kafirkan dan menghina-hina segera diberikan hidayah Allah SWT. Ibu-ibu juga harus sabar," terang Gus Sholeh.

Oleh karenanya, dia selalu mengingatkan jangan karena perbedaan pilihan politik lantas menuding bahkan mengecapnya kafir. Di Indonesia situasinya berbeda dalam sistem pemerintahannya di Arab Saudi. Muslim dan non-muslim punya hak sama untuk jadi pemimpin.

"Semua orang punya hak yang sama, bebas memilih bahkan bebas juga jadi pemimpin. Jangan dipaksa-paksa apalagi menghalangi orang untuk menjadi pemimpin," katanya.

Gus Sholeh merasa perlu meluruskan fenomena yang terjadi saat ini karena pilkada DKI Jakarta dari putaran pertama dan kedua suhu politik kian memanas dan parahnya muncuk serangan dan caci maki yang menyeret SARA.

"Tentu bertentangan dengan agama kita. Islam tidak mengajarkan permusuhan dan kedengkian. Islam cinta damai, Kita menjunjung tinggi budaya dan adab. Tidak boleh merendahkan pihak lain untuk suatu kemenangan politik,” tandasnya. [sam]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya