Berita

Net

Nusantara

KKP Dorong Nelayan Ganti Alat Tangkap Ramah Lingkungan

RABU, 22 MARET 2017 | 17:00 WIB | LAPORAN:

Kementerian Kelautan dan Perikanan akan melakukan pendampingan dalam penggantian alat tangkap ramah lingkungan oleh nelayan. Seperti nelayan yang biasa menangkap ikan menggunakan dinamit atau bahan peledak.

"Nanti dari KKP akan bantu alat tangkap yang benar," ujar Menteri KKP Susi Pudjiastuti kepada wartawan di Jakarta (Rabu, 22/3).

Dia menjelaskan, sejauh ini, pemerintah berupaya untuk memberikan perlindungan terhadap nelayan. Serta membuat peraturan yang bermanfaat untuk kesejahteraan nelayan.


"Saya membuat aturan bukan untuk menyusahkan nelayan, jangan berpikir seperti itu. Peraturan dibuat agar ikan di laut kita tetap banyak. Jika pemerintah memberikan bantuan sosial ada batasnya, akan ada habisnya," beber Susi.

Menurutnya, hal tersebut tidak lepas dari prinsip-prinsip pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengutamakan kekuatan maritim. Dengan menjadikan Indonesia pusat kegiatan ekonomi kemaritiman dan sebagai poros maritim dunia.

"Pemerintah juga ingin menjadikan laut masa depan bangsa kita. Tidak hanya untuk kita saja namun juga anak cucu kita ratusan tahun kemudian. Berarti, sumber daya kelautan kita harus dijaga keberlanjutan atau kelestariannya," jelas Susi.

Selain itu, dia mengingatkan seluruh nelayan untuk mendaftarkan diri dalam program asuransi. Nilai santunan yang akan diberikan melalui asuransi yaitu sebesar Rp 200 juta jika meninggal dunia di laut dan sebesar Rp 160 juta jika meninggal dunia di darat.

"Kalau sakit, ada pengobatan ditanggung asuransi Rp 20 juta. Mengalami kecelakaan di laut dan cacat tetap Rp 100 juta, tapi tentunya bukan kecelakaan karena bom ikan," demikian Susi. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya