Banyak sekolah di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dalam kondisi rusak. Mirisnya, luput dari perhatian pemerintah.
Seperti menimpa SMP Negeri 19 OKU yang berlokasi di Desa Suka Pindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR).
Siswa-siswi kelas VIII dan IX di sekolah itu terpaksa harus belajar di satu ruangan yang disekat dengan triplek. Meski memiliki banyak ruangan, tetap tak bisa digunakan.
"Menghindari peserta didik dari bahaya, lebih baik kita manfaatkan ruangan laboratorium untuk dijadikan ruang belajar," kata Kepala SMPN 19 OKU Hazar seperti diberitakan
RMOLSumsel.Com, Rabu (22/3).
Dia mengharapkan bantuan instansi terkait untuk segera memperbaiki ruangan yang terbengkalai karena sudah nyaris roboh.
"Kalau sudah direhab, gedung tersebut bisa dimanfaatkan karena kita kekurangan ruang belajar. Kondisinya sekarang membahayakan para siswa, karena beberapa bagian material bangunan tersebut sudah mulai berjatuhan," papar Hazar yang baru tujuh bulan menjabat kepsek SMP Negeri 19 OKU.
Ia khawatir sewaktu-waktu bangunan roboh dan menyebabkan korban jiwa.
"Dari tujuh lokal tersebut kondisinya sudah rusak berat, pintu, jendela dan kusen - kusen sudah lapuk, plafon dan atapnya juga sudah mulai runtuh, itulah sebabnya kita tak bosan - bosan mengingatkan kepada para siswa dan guru akan bahaya tertimpa matrial lapuk tersebut," jelasnya.
Diakuinya, beberapa waktu yang lalu, sempat didatangi tim dari Universitas Sriwijaya (Unsri) yang ingin melihat langsung kondisi sekolah.
"Sesuai dengan apa yang ada di sekolah kita ini, kondisi gedung tersebut memang sudah rusak berat, yang mengakibatkan dua kelas harus belajar di satu ruangan yang disekat, dan itu jelas tidak akan nyaman bagi para siswa, namun karena terpaksa tidak ada lokasi lain, ya itulah adanya," pungkas Hazar.
[wid]