Berita

Foto: RMOL Sumsel

Nusantara

Sekolah Di OKU Ini Nyaris Roboh, Siswa Terpaksa Belajar Di Laboratorium

RABU, 22 MARET 2017 | 12:46 WIB

Banyak sekolah di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dalam kondisi rusak. Mirisnya, luput dari perhatian pemerintah.

Seperti menimpa SMP Negeri 19 OKU yang berlokasi di Desa Suka Pindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR).

Siswa-siswi kelas VIII dan IX di sekolah itu terpaksa harus belajar di satu ruangan yang disekat dengan triplek. Meski memiliki banyak ruangan, tetap tak bisa digunakan.


"Menghindari peserta didik dari bahaya, lebih baik kita manfaatkan ruangan laboratorium untuk dijadikan ruang belajar," kata Kepala SMPN 19 OKU Hazar seperti diberitakan RMOLSumsel.Com, Rabu (22/3).

Dia mengharapkan bantuan instansi terkait untuk segera memperbaiki ruangan yang terbengkalai karena sudah nyaris roboh.

"Kalau sudah direhab, gedung tersebut bisa dimanfaatkan karena kita kekurangan ruang belajar. Kondisinya sekarang membahayakan para siswa, karena beberapa bagian material bangunan tersebut sudah mulai berjatuhan," papar Hazar yang baru tujuh bulan menjabat kepsek SMP Negeri 19 OKU.

Ia khawatir sewaktu-waktu bangunan roboh dan menyebabkan korban jiwa.

"Dari tujuh lokal tersebut kondisinya sudah rusak berat, pintu, jendela dan kusen - kusen sudah lapuk, plafon dan atapnya juga sudah mulai runtuh, itulah sebabnya kita tak bosan - bosan mengingatkan kepada para siswa dan guru akan bahaya tertimpa matrial lapuk tersebut," jelasnya.

Diakuinya, beberapa waktu yang lalu, sempat didatangi tim dari Universitas Sriwijaya (Unsri) yang ingin melihat langsung kondisi sekolah.

"Sesuai dengan apa yang ada di sekolah kita ini, kondisi gedung tersebut memang sudah rusak berat, yang mengakibatkan dua kelas harus belajar di satu ruangan yang disekat, dan itu jelas tidak akan nyaman bagi para siswa, namun karena terpaksa tidak ada lokasi lain, ya itulah adanya," pungkas Hazar.[wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya