. Salah satu bangunan penting terkait Pembangunan dan Renovasi Infrastruktur Pendukung Asian Games XVIII-2018 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah, renovasi Stadion Renang (Aquatics Center) di Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
Stadion Renang GBK merupakan salah satu dari enam bangunan cagar budaya di Komplek GBK.
"Proses renovasi yang dilakukan harus mampu memenuhi kaidah-kaidah pelestarian bangunan cagar budaya," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Rabu (22/3).
Selain itu, Stadion Renang GBK dalam proses renovasinya harus mampu memenuhi persyaratan fasilitas olah raga renang yang dipersyaratkan oleh induk cabang olahraga renang internasional atau FINA.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian PUPR bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dalam membuat desain renovasi bangunan-bangunan olah raga di Komplek GBK.
Untuk memenuhi persyaratan yang dikeluarkan oleh FINA, Stadion Renang GBK bertransformasi menjadi bangunan semi indoor, dengan dinaungi oleh atap raksasa dengan bentang hingga 86 meter.
Arsitek IAI Andra Matin yang mendesain bangunan ini membuat bentuk atap yang ikonik dengan mengambil bentuk transformasi gelombang air, sesuai dengan fungsi bangunan sebagai sebuah sarana olah raga renang.
Bentang atap yang begitu besar mengakibatkan adanya kebutuhan kekuatan struktur yang tinggi sehingga menghasilkan bentukan kolom dengan ukuran yang besar.
Stadion Renang GBK ditargetkan akan selesai pada bulan Oktober 2017, dan akan menjadi salah satu stadion renang terbesar di Asia. Dengan desain yang megah dan standarisasi internasional, stadion renang tersebut akan menjadi suatu tonggak baru dalam rangkaian sejarah bangsa Indonesia.
[rus]