Berita

RMOL

Nusantara

Pondok Pesantren Berkontribusi Besar Mengisi Kemerdekaan

SELASA, 21 MARET 2017 | 22:35 WIB | LAPORAN:

Pendidikan yang digelar pondok pesantren berkontribusi besar dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat menghadiri Wisuda Santri Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur, Selasa (21/3).
     
"Pendidikan (pesantren) yang berkelanjutan menjadi kunci atas pembangunan ini," katanya.


Paloh menjelaskan, Indonesia memiliki segala potensi yang tidak dimiliki negara lain. Seperti luas wilayah, posisi strategis, sumber daya alam, sumber daya manusia, termasuk cuaca. Pemerintah juga menganggap sektor pendidikan sangat penting untuk menunjang pembangunan dengan menyediakan anggaran cukup besar.
    
Jumlah ponpes di Indonesia yang mencapai sekitar 25 ribu menjadi kekuatan besar untuk membangun dan mengisi kemerdekaan. Selain itu, di dalam pendidikan pesantren terdapat pemikiran nasionalistik atau kebangsaan untuk menjaga tali persaudataan dan saling menyanyangi.

"Yang memandang kehidupan ini sebagai bagian yang harus dikembangkan bersama. Kita sebagai umat yang dimuliakan menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin. Ini modal besar kita sebagai suatu bangsa karena komitmen suatu bangsa perlu terus menerus untuk menjaga pluralisme," jelas Paloh.
    
Dia mengatakan, ajaran Islam memberikan solidaritas, toleransi, persahabatan dan kesejahteraan sehingga tidak pernah tertinggal oleh kemajuan teknologi dan modernisasi.
    
Paloh sendiri mengaku bangga karena dikukuhkan sebagai bagian keluarga besar Ponpes Sunan Drajat, lembaga pendidikan Islam yang sudah berdiri sejak 600 tahun lalu.
    
Dalam kesempatan itu, Abdul Ghofur selaku pengasuh Ponpes Sunan Drajat menjelaskan bahwa yayasannya saat ini merupakan yang terbesar di Jawa Timur, dengan lebih dari 12 ribu santri menggali ilmu. Ponpes Sunan Drajat tercatat sebagai satu-satunya pesantren yang tersisa dari keturunan Wali Songo dengan aset lahan mencapai 110 hektar.
    
"Sisanya delapan pesantren sudah hilang," kata Ghofur.

Ditambahkan Ghofur, Ponpes Sunan Drajat memiliki salah satu pabrik fospat terbesar di Indonesia dan memproduksi kapal dengan harga lebih murah. Ponpes menerapkan sistem pendidikan yang berorientasi terhadap etos kerja kepada para santri, sehingga memiliki jiwa wirausaha. [wah] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya