Berita

Nusantara

Indonesia Sulit Kuasai Bisnis Konstruksi Di Era MEA

SELASA, 21 MARET 2017 | 21:39 WIB | LAPORAN:

Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar untuk bisnis jasa konstruksi di kawasan Asean. Namun sayangnya, sebagai pemain lokal, pebisnis jasa konstruksi Tanah Air sulit untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri akibat berbagai kendala.

Demikian disampaikan pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy dalam diskusi bertema 'Implementasi UU Jasa Konstruksi Terhadap Nawacita' di Gedung DPR RI, Jakarta (Selasa, 21/3).

Menurutnya, secara ideal, disahkannya Undang-Undang Jasa Konstruksi pada 2016 lalu memang memiliki semangat untuk menjadikan pengusaha konstruksi lokal menguasai pembangunan infrastruktur nasional. Apalagi, pasar sektor jasa konstruksi nasional sangat besar dan didukung program Nawacita Presiden Joko Widodo yang memprioritaskan pembanguan infrastruktur.


"Namun, ketergantungan pada impor dalam bisnis jasa konstruksi akan membuat pemain lokal sulit berkembang," kata Ichsanuddin.

Kondisi itu, diperburuk lagi dengan tidak adanya transfer pengetahuan dari pemain infrastruktur asing selama ini yang tidak terlepas dari sektor transportasi.

"Apakah jasa konstruksi domestik punya daya saing dengan yang disodorkan asing, tidak. Ketergantungan pada impor tidak pernah selesai," beber Ichsanuddin.

Dia juga menggarisbawahi rendahnya efektivitas belanja infrastruktur pemerintah, selain masih tingginya ketimpangan regional pembangunan infrastruktur sebagai kendala untuk menjadikan pemain konstruksi dalam negeri. Sebagai tuan rumah di negeri sendiri di tengah masuknya Indonesia ke era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya