Berita

Sekolah Di Selandia Baru/The Guardian

Dunia

Sekolah Di Selandia Baru Ini Hapus Seragam Gender

SELASA, 21 MARET 2017 | 20:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah sekolah dasar di Selandia Baru menghapuskan seragam gender bagi murid dan menggantinya dengan celana pendek, rok dan celana panjang yang bisa dikenakan baik oleh laki-laki maupun perempuan.

Langkah itu muncul setelah muncul keluhan dari siswa perempuan yang menolak karena harus memakai rok.

Sekolah itu adalah Dunedin Utara yang memiliki lebih dari 200 murid berusia antara 10 dan 13 tahun.


Pada akhir 2015 sejumlah siswa perempuan mulai bertanya mengapa mereka dibatasi untuk mengenakan rok ke sekolah. Mereka menilai bahwa seragam kuno diperkuat stereotip gender tradisional dan usang.

Sekolah itu pun kemudian setuju anak-anak bisa memakai celana, dan sejumlah kecil perempuan mulai mengenakan seragam anak laki-laki pada tahun 2016.

Namun pilihan ini menambahkan komplikasi lebih lanjut, dengan gadis-gadis yang memilih untuk memakai celana membawa menggoda untuk berpakaian seperti anak laki-laki.

"Kami mengatakan Anda tidak harus memakai rok, tetapi Anda harus mengenakan seragam anak-anak tradisional, yang terlihat sangat banyak seperti seragam anak laki-laki, dan tunduk pada pertanyaan-pertanyaan yang konstan dan lelucon tentang apakah Anda seorang laki-laki atau gadis," kata sekolah tersebut dalam sebuah pernyataan.

Seragam kini telah diperluas untuk mencakup lima piliha dan dapat dikenakan oleh siswa baik laki-laki atau perempuan.

Sejauh ini tidak ada siswa laki-laki memilih untuk memakai rok.

"Saya akan tersinggung diberitahu aku harus memakai rok untuk bekerja setiap hari karena saya perempuan, jadi ini adalah tentang menjadi responsif terhadap anak-anak," sambung pernyataan tersebut. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya