Berita

Foto/Net

Politik

Hasto Dan Sukmawati Ungkap Pertalian Marhaen Dan Nahdhiyin

SABTU, 18 MARET 2017 | 03:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Dalam sejarah berdirinya bangsa ini, Bung Karno telah menegaskan bahwa bangsa Indonesia ini harus berdiri tegak di antara bangsa-bangsa di dunia.

Namun, saat ini dalam menghadapi Pilkada, khususnya di DKI Jakarta seperti ada yang berupaya menegasikan kebhinekaan tersebut.

Demikian disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat menyampaikan sambutan dalam acara Ngaji Kebangsaan yang diselenggarakan di Pesantren Sokotunggal, Abdurrahman Wahid pimpinan KH Nuril Arifin, di Jalan Sodong 5, Jakarta Timur, Jumat malam (17/3).


"Kita berkumpul di sini untuk mengingatkan kembali bahwa Republik Indonesia saat ini kembali menghadapi ancaman perpecahan dan perlawanan terhadap kebhinekaan. Padahal sudah dipertegas konsepsi kebhinekaan kita berbeda-beda tapi satu bangsa dan satu tanah air dengan bahasa persatuan Indonesia," kata Hasto.

Selain Hasto, hadir dalam acara itu diantaranya Ketua DPP PDI Perjuangan Idham Samawi, Ketua Umum PPP Djan Faridz, putri Bung Karno Sukmawati Soekarnoputri, pemikir kebangsaan Yudi Latif, serta perwakilan dari Ciganjur, Priyo Sambadha. Hadir juga beberapa tokoh dari lintas agama. Acara ngaji kebangsaan dipandu oleh budayawan yang juga mantan asisten Gus Dur, Ngatawi Al-Zastrow.

Sementara Sukmawati Soekarnoputri dalam sambutannya menegaskan bahwa Marhaen dan Nahdliyin adalah kekuatan bangsa Indonesia. Dan Bung Karno sangat memegang hal ini, sehingga menjadi satu-satunya pemimpin beragama Islam yang tiga kali mendapat penghargaan bintang kehormatan dari tiga Paus.

"Ini tidak lain karena Bung Karno menjalankan kepemimpinan bangsa dengan bijak dan berbudi luhur. Sekarang ada yang katanya ulama, tapi kok menistakan Pancasila dan Bapak Proklamator. Hati saya kaget, marah terharu bercampu aduk. Sampai saya tak bisa biarkan.  Padahal yang saya tau selama ini ulama baik seperti Gus Dur. Semua agama mengajarkan kebaikan," ujarnya.

Sukmawati menambahkan, ketika Sekutu mau menggempur Surabaya, rakyat marhaen yang ada dari kalangan Nahdliyin memblokir kota agar tank-tank sekutu tak masuk ke wilayah Surabaya. Caranya semua prabotan rumah warga ditaruh di jalan raya.

"Sampai begitu masyarakat Nahdliyin dan Marhaen bersatu ketika perjuangan kemerdekaan. Dan sekarang ini dirajut kembali," tegas Sukmawati. [ian]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya