Khalayak netizen Tanah Air marah mengetahui ribuan meter per segi terumbu karang di perairan Raja Ampat, Papua Barat, dihancurkan kapal pesiar Inggris Caledonian Sky. Yang tambah bikin kesal, kapal perusak itu dilepas dan dibiarkan menerusÂkan pelayarannya. Kini kapal itu berada di Filipina.
Perairan Raja Ampat merupaÂkan salah satu ekosistem laut terÂindah di dunia, yang menjadi salah satu landmark pariwisata maritim Indonesia.
Ribuan meter per segi terumbu karang di perairan indah nan kaya biota laut itu hancur oleh kecerobohan kapten Kapal MV Caledonian Sky.
Insiden ini menjadi pemberitaan internasional. Ini masalah serius, karena kerusakan habibat laut akibat ulah kapal pesiar asal Inggris itu berÂlokasi di jantung pusat keanekaragaÂman hayati perairan Raja Ampat.
Kalkulasi Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Brahmantya Satyamurti Poerwadi, setidaknya butuh 40 tahun untuk memulihkan terumbu karang yang rusak itu.
"Recovery terumbu karang bisa sampai 40 tahun, apalagi ini jenis terumbu karangnya berbeda-beÂda," kata Brahmantya di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, kemarin.
Selain menyebabkan kerusakan lingkungan, hancurnya terumbu karang, lanjut dia, juga menghilangkan potensi perikanan dan pariwisata dalam jangka waktu lama. Investigasi awal yang dilakukan pemerintah menunjukkan terumbu karang yang rusak luasnya sekitar 1600 m2.
Khalayak netizen Tanah Air sedih dan marah mengetahui kabar kapal pesiar Inggris merusak terumbu karang Raja Ampat.
Di antaranya, pegiat Twitter denÂgan nama akun @tyajoe mengaku sedih mengetahui kabar ini. "Saya belum sempat ke Raja Ampat, terumbu karangnya udah rusak aja. Rusaknya hampir 1 hektar," sesalnya.
"Sedih tahu terumbu karang Raja Ampat hancur. One of my goal destination, rusak," cuit akun @dellaingga.
"Kesal, marah, macam-macam rasanya mengetahui terumbu karang Raja Ampat rusak,gara-gara MV Caledonian Sky!" komentar @ riantyyDiwanty.
"1600 m2 terumbu karang rusak dan ribuan ikan hilang di Raja Ampat. gara-gara kapal pesiar Inggris," sahut akun @Aurigast.
"1600 m2 yang rusak??? Gue geram sama kapal yang merusak terumbu karang di Raja Ampat," geram @imeAlina.
Netizen lain mengajak sesamanya memperhatikan insiden ini. "Eeh omong-omong kapal pesiar yang merÂusak terumbu karang di Raja Ampat, kok nggak viral banget yaah:," cuit @ siitaahmad dengan emoticon sedih.
"Belum sempat ke Raja Ampat, terumbu karangnya sudah dirusak.#SaveRajaAmpat," akun @ ririnfeby.
Tweeps lain me-mention akun Twitter yang terverifikasi milik Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, @susipudjiastuti.
Misalnya, akun @MiaWastuti meÂnanyakan tindak lanjut kasus pengrusakan terumbu karang tersebut. "Bu, terumbu karang di Raja Ampat ruÂsak. Kok kita diam aja?" tanyanya.
"Bu, saya nggak ikhlas #RajaAmpat dirusak kapal MV Caledonian Sky! Pihak Inggris dan pemilik kaÂpal harus dituntut pidana," desak akun @andong_tri.
Menteri Susi melalui akun @suÂsipudjiastuti merespons @andong_ tri dengan cuitan, "@andong_tri, saya juga sama."
Akun @edhiwiluyo mendesak Pemerintah mengusut siapa yang mengizinkan kapal pesiar besar itu memasuki perairan Raja Ampat hingga kandas. "Terumbu karang Raja Ampat rusak parah sekitar 1600 meter per segi gara-gara kapal asing besar bisa masuk area taman laut. Siapa yang lalai? #bodoh," kritiknya.
Senada sorotan kaskuser dengan akun kohanamet, "Ngapain dikasih izin masuk perairan surut. Bodohnya nggak ketulungan," cemoohnya.
"Ngapain kapal segede gaban ke pinggir," senada kata akun 4141525.
Kaskusers meminta pemerintah membuat perhitungan pada kapal perusak karang itu. Jika perlu kapal itu dijadikan jaminan. "Sita kapalÂnya saja buat jaminan," usul akun ngeri.tenan.
"Dendanya harus bikin jera. biar nggak ada lagi kejadian di masa mendatang," tulis rahma64.
Pemerintah didesak menunjukan sikap tegas. "Pemerintah harus tegas. Terumbu karang Raja Ampat coy, canÂtik kaya gitu, ikonik, skrg rusak gara-gara kapal pesiar bisa sembarangan melintas," komentar @NyimasEsa.
Seperti diberitakan, menyikapi kasus ini Pemerintah membentuk tim untuk menggugat kapal Caledonian Sky. "Sedang kita investigasi dan kita sangat menyesal, kok kapal itu bisa lepas dan bisa melanjutkan pelayaran, sekarang kapal itu di Filipina," ujar Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka.
Tim ini sebagaimana dirilis Kemenko Kemaritiman terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga terkait, yakni Kemenko Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, Kemenkumham, Kejaksaan Agung dan Polri serta Pemda setempat.
Hitung-hitungan Ricardo Tapilatu, Kepala Pusat Penelitian Sumber Daya Laut Universitas Papua, Noble Caledonia, perusahaan yang menÂgoperasikan kapal itu, setidaknya harus membayar 1,28 -1,92 juta dolar AS. ***