Berita

Ilustrasi/Net

Produk Ayam Olahan Indonesia Tembus Pasar PNG Mengantri Jepang Dan Vietnam

SELASA, 14 MARET 2017 | 15:55 WIB | LAPORAN:

Indonesia tengah mengupayakan ekspor sejumlah produk pertanian ke luar negeri.

Daging ayam menjadi salah satu produk unggulan yang mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pertanian (Kementan).

"Alhamdullillah saat ini produk ayam olahan kita sudah bisa menembus pasar Papua New Guinea," ujar Mentan Andi Amran Sulaiman, Selasa (14/3).


Amran menjelaskan, ekspor perdana produk daging ayam olahan milik PT. Charoen Pokphand Indonesia ke Papua New Guinea (PNG) pada tanggal 13 Februari 2017 lalu. Negara lain seperti Jepang dan Vietnam juga masuk dalam daftar antrian ekspor.

"Kiriman perdana akan kita lepas dengan total barang yang akan diekspor yaitu sebanyak 1.000 carton, dengan berat bersih 5.999,25 kg (1 container ukuran 20 feet)," jelasnya sebagaimana rilis dari Humas Kementan RI.

Produk ayam ras nasional saat ini mengalami surplus dengan konsumsi masyarakat berkisar 10 kg/kapita/tahun.

Berdasarkan data Statistik Peternakan tahun 2016, populasi ayam ras pedaging (broiler) mencapai 1,59 miliar ekor, ayam ras petelur (layer) 162 juta ekor dan ayam bukan ras  (buras) 299 juta ekor atau meningkat 4,2 persen dari populasi pada tahun 2015.

Produksi daging unggas menyumbang 83 persen dari penyediaan daging nasional. Sedangkan produksi daging ayam ras menyumbang 66 persen dari penyediaan daging nasional.

Amran menambahkan, berdasarkan informasi dari masyarakat perunggasan, industri perunggasan ayam di Indonesia dapat menyediakan produksi daging ayam ras yang diminta oleh pasar.

"Kita terus dorong pelaku usaha perunggasan untuk dapat berdaya saing dan meningkatkan ekspornya," jelas Amran.

Melalui aktivitas ekspor semacam ini, Amran optimistis selain meningkatkan GDP (Gross Domestic Product) Indonesia, juga dapat menyelesaikan kendala yang dihadapi oleh masyarakat perunggasan di Indonesia saat ini yaitu harga ayam hidup dan daging ayam yang sangat berfluktuasi.

"Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mengendalikan harga ini adalah dengan membuka pasar di luar negeri. Kita harapkan para pelaku industri perunggasan dapat menjual produk daging ayamnya ke pasar di luar negeri, sehingga pasar dalam negeri dapat diisi oleh peternakan unggas rakyat," tambahnya.

Ia menjelaskan, ekspor yang dilakukan oleh PT. CPI dalam bentuk daging ayam olahan (nugget, sosis dan bakso) telah melalui proses pemanasan ≥ 70 derajat celcius selama ≥ 1 menit. Beberapa negara belum dapat menerima daging ayam segar dingin dan beku karena Indonesia dianggap belum bebas penyakit AI (Avian Influenza).


Mentan Amran juga menjelaskan, unit usaha milik PT. CPI yang berada di Cikande Serang ini telah memperoleh Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) sebagai bentuk penjaminan pemerintah terhadap keamanan produk hewan.  

Keberadaan sertifikat NKV bagi unit usaha produk hewan menjadi sangat penting dalam melakukan eksportasi.

Lebih lanjut Amran menyampaikan, Pemerintah Jepang telah menyetujui  empat unit usaha pengolahan daging ayam untuk mengekspor daging ayam olahan ke negaranya.

Keempat unit usaha tersebut yaitu PT. Malindo Food Delight Plant Bekasi; PT. So Good Food Plant Cikupa; PT. Charoen Pokphand Plant Serang, dan PT. Bellfood Plant Gunung Putri.

 Pada tanggal 5-12 Februari 2017 tim auditor dari kementerian Pertanian Jepang juga telah datang ke Indonesia untuk melakukan audit surveilans yang kedua terhadap keempat unit usaha yang telah disetujui tersebut ditambah satu unit usaha baru yaitu PT. Cahaya Gunung Food Plant Boyolali yang telah diusulkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2015.

"Standar keamanan pangan di Jepang sangat tinggi, sehingga persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah Jepang terhadap unit usaha tersebut sebelum mendapatkan persetujuan ekspor sangatlah sulit," terangnya.

Namun ia meyakinkan unit-unit usaha tersebut memiliki standar produksi yang baik, sehingga akan mampu mengekspor produknya bukan saja ke Jepang tetapi juga dapat menembus ke negara-negara lainnya seperti Singapura, Malaysia, Timor Leste, dan sebagainya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya