Berita

Politik

Menteri Puan Diskusi Dengan Siswa Sekolah Indonesia Di Kuala Lumpur

SENIN, 13 MARET 2017 | 21:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di sela kunjungan kerja ke Kuala Lumpur, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyempatkan diri berdiskusi tentang Kesehatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan mengunjungi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL)

Kunjungan utama Puan ke Kuala Lumpur ini adalah menghadiri pembukaan Seminar Kerjasama Rantau ASEAN dalam memberantas Jenayah Seksual Kanak-Kanak yang dibuka secara resmi oleh Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato Sri Mohd Najib Tun Haji Abdul Razak.

Kesempatan kunjungan ke SIKL itu sekaligus digunakan untuk meninjau aula SIKL yang merupakan sumbangan almarhum Taufik Kiemas (Ayahanda Menko PMK) setelah sebelumnya Menko PMK menerima rangkaian bunga dari Perwakilan siswa SIKL dalam acara penyambutan. Menko PMK dalam kunjungan itu juga berkesempatan memberikan sumbangan 20 buah komputer dari Kemdikbud untuk SIKL ini.


"Anak-anak merupakan masa depan suatu bangsa dan suatu bangsa akan menjadi lebih maju manakala anak-anak tersebut mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan secara optimal dengan fasilitas yang sesuai dengan perkembangan zaman," kata Paun usai menyerahkan bantuan 20 unit perangkat komputer.

"Seperti anak-anak didik di dalam negeri, para siswa di luar negeri seperti di SIKL ini akan dijamin kualitasnya sebagai upaya menghadirkan negara bagi warganya untuk dapat mengakses pendidikan," tambahnya.

Puan berharap agar perangkat komputer ini dioptimalkan penggunaannya oleh para siswa dan guru, khususnya untuk memperkaya dan memperdalam informasi dan ilmu pengetahuan apapun yang akan menunjang kegiatan belajar mereka. Tidak lupa, Puan mengingatkan agar para siswa juga harus pintar memilah-milah informasi dan gambar yang buruk maupun yang baik mengingat perkembangan teknologi informasi selain memiliki dampak yang positif juga dapat membawa efek negatif.

Atas permohonan para guru dan siswa, Menko PMK berjanji akan mengkoordinasikan dengan instasi terkait di Jakarta untuk mengadakan upaya perbaikan dan perluasan aulla dan meminta agar diberi nama "Gedung Taufik Kiemas."

SIKL dirikan sejak tahun 1969 dan saat ini memiliki siswa berjumlah 515 orang, yang tediri dari putra-putri para diplomat Indonesia yang bekerja di Kuala Lumpur, dan semua WNI lainnya yang mengadu nasib di Malaysia itu. Mereka terdiri dari siswa TK, SD sampai SMA. SIKL juga menjadi pembina rintisan Sekolah Indonesia Johor Baru yang memiliki 208 siswa putra putri para TKI illegal dan sekolah rintisan di kota lainnya di Malaysia.

Acara dialog dengan para siswa siswi berjalan sangat meriah bahkan secara spontanitas diadakan kuis ala Presiden Jokowi dengan memberikan hadiah sepeda kepada 4 orang siswa yang berhasil menjawab pertanyaan Menko PMK dengan benar.

Menko PMK dalam kunjungannya dididampingi oleh Deputi Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Sujatmiko; dan Wakil Duta Besar Indonesia, Andreano Erwin, yang saat ini sedang menjabat sebagai KUAI (Kuasa Usaha Ad Interim). [ysa]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya