Berita

Hukum

ICW: Bicara E-KTP Bukan Hanya Bongkar Tapi Tuntaskan

MINGGU, 12 MARET 2017 | 07:30 WIB | LAPORAN:

Indonesia Corruption Watch (ICW) mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyeret nama-nama yang telah disebutkan dalam sidang perdana kasus pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) ke pengadilan.

"Bicara e-KTP bukan hanya bongkar tapi tuntaskan. Nama-nama yang disebut didakwaan, dan pihak-pihak yang diduga biasa ada proses lebih lanjut. Nggak hanya sekedar disebut di dakwaan," ujar koordinator Monitoring Hukum dan Peradilan ICW, Emerson Yuntho saat diskusi bertema 'KTP Diurus KPK' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/3).

Lebih lanjut, Emerson mengatakan, untuk mencegah adanya kegaduhan politik terkait upaya pengembangan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, KPK bisa saja berkoordinasi dengan pemerintah. Koordinasi ini hanya sebatas perlindungan agar upaya kriminalisasi terhadap kPK tidak terulang kembali.


Di samping itu, menurut Emerson, dalam koordinasi itu bisa dilihat juga komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Saya pikir komunikasi politik itu juga perlu dibangun oleh KPK. Komunikasi politik Yes, tapi intervensi No," tutup Emerson.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya