Berita

Ahok

Hukum

Jaksa Pastikan Tak Ada Nama Ahok Dalam Dakwaan E-KTP

KAMIS, 09 MARET 2017 | 18:58 WIB | LAPORAN:

Nama Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama tidak ada dalam dakwaan terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP berbasis elektronik, Irman dan Sugiharto.

"Setahu saya, nama Ahok tidak ada yah di dakwaan," jelas Jaksa KPK, Irene Putri, seusai persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (9/3).

Sementara itu, penasihat hukum Irman dan Sugiharto, Susilo Aribowo, mengaku tidak tahu apakah Ahok ikut menerima uang dari proyek yang telah merugikan negara sebesar Rp2,3 trilun tersebut.


Susilo mengaku, belum membaca seluruh berkas perkara kasus e-KTP yang membelit kliennya.

"Berkasnya banyak banget, ada satu meter (tingginya)," ujar Susilo.

Sebelumnya Ahok sendiri sudah membantah terkait kasus tersebut. Karena saat itu dia sudah mundur dari anggota Komisi II DPR setelah memutuskan maju pada Pilgub DKI 2012 lalu.

"Nggak (ikut pengesahan proyek e-KTP). Waktu kasus ini kan saya sudah keluar (dari DPR RI jadi cawagub DKI). APBN-P 2012 kan saya sudah keluar," kata Ahok,

Dalam dakwaan yang dibacakan beberapa saat tadi, sseluruh anggota Komisi II DPR RI periode 2009-2014 disebutkan mendapatkan kecipratan duit dari korupsi proyek pengadaan e-KTP. Mulai dari ketua hingga anggota terima uang dalam jumlah yang beragam.

Namun dalam dakwaan tidak disebutkan satu persatu. Hanya disebutkan 37 anggota Komisi II DPR lainnya menerima uang dengan jumlah bervariasi, mulai dari 5 ribu dolar Amerika Serikat hingga 10 ribu Dolar Amerika Serikat.

Sementara sebelumnya, usai diperiksa penyidik KPK pada 8 Desember 2016 lalu, mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar mengaku disodorkan sejumlah dokumen tentang nama-nama yang ikut rapat pembahasan e-KTP di DPR. Menurut Agun, sebagai anggota Komisi II DPR, Ahok dipastikan ikut rapat. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya