Berita

Ichsanuddin Noorsy/Net

Bisnis

Dirut Pertamina Di Antara Tarik Menarik Kepentingan

KAMIS, 09 MARET 2017 | 17:49 WIB | LAPORAN:

Pemerintah memiliki waktu 30 hari untuk menentukan dirut utama Pertamina. Akan tetapi, sudah melebih waktu, Presiden Joko Widodo belum juga menunjuk pejabat definitif.

Untuk itulah, masa kerja Yenni Andayani sebagai Plt dirut Pertamina diperpanjang.

"Ya itu artinya tarik menariknya kenceng, artinya tidak sekadar hari ini, tapi itu berkaitan konstelansi politik nasional yang berujung pada agenda-agenda politik ke depan," kata pengamat ekonomi, Ichsanuddin Noorsy kepada Kantor Berita Politik RMOL, tadi malam.


"Karena Pertamina masih menjadi sasaran empuk untuk dikorup," imbuhnya.

Informasi terakhir menyebutkan, Dewan Komisaris Pertamina sudah memberikan rekomendasi tiga nama terbaik untuk calon dirut dari lima orang internal Pertamina. Tiga di antaranya adalah Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia, Rachmad Hardadi; Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam; dan Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Pertamina, Yenni Andayani.

"Dari lima nama jadi tiga nama, muncul lagi persoalan kriteria apa yang digunakan (memilih dirut Pertamina) dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dalam negeri," ujar Noorsy.

Sebab, ia melihat strategi di masa kepemimpinan Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang tidaklah utuh. Tingkat ketahanan energi masih sangat tergantung impor. Di sisi lain ada strategi dari Pertamina ingin meningkatkan ketahanan energi di bidang hulu sehingga ada jaminan ketahanan energi nasional itu naik.

"Nah sekarang pertanyaan besarnya pemerintah sedang mengupayakan apa? kalau pakai janji pemerintah dengan mencabut subsidi 12 November 2014 dan itu berlaku mekanisme pasar bebas, maka ketahanan energi seharusnya dinaikkan, karena sudah mekanisme pasar bebas," paparnya.

Noorsy menegaskan, tidak ada alasan pemerintah melalui Pertamina untuk menunda-nunda keputusan.

"Karena permainan ini akan mengganggu ketahanan energi nasional, kalau tidak terganggu, henky pengky membesar," tukasnya.[wid]  

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya