Berita

Bisnis

Usai Arab Saudi, Kini Giliran Oman Berminat Investasi

RABU, 08 MARET 2017 | 13:17 WIB | LAPORAN:

Dampak dari kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al Saud mulai memberi berkah bagi Indonesia. Salah satunya adalah minat investasi negara-negara Timur Tengah yang mulai bermunculan.

Sebanyak 33 pengusaha berasal dari Oman berkunjung ke Indonesia untuk menjajaki peluang investasi di Indonesia. Pengusaha yang bergerak di berbagai bidang usaha tersebut melakukan kunjungan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan dipertemukan dengan puluhan pengusaha yang merupakan anggota Kadin Indonesia.

Pertemuan ini berlangsung dalam acara Business Forum Indonesia-Oman yang digelar di BKPM, Jakarta, Rabu (8/3).


Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong membeberkan bahwa kunjungan delegasi investasi asal Oman tersebut terdiri dari beberapa sektor utama yakni sektor konstruksi, ekspor-impor, properti, manufaktur, pertambangan, logistik, pariwisata, sektor teknologi informasi, serta perbankan.

"Ini menunjukkan bahwa minat berinvestasi dari negara Timur Tengah ke Indonesia mulai muncul. Kami akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti Kadin maupun Kementerian Luar Negeri untuk menangkap minat investasi tersebut,” ujarnya di Kantor BKPM, Rabu (8/3).

Menurut mantan Menteri Perdagangan ini, upaya untuk menarik investasi dari Oman ke Indonesia membutuhkan pendekatan secara regional dengan melihat sebagai negara GCC (Gulf Cooperation Council).

“Memang sebagai negara tersendiri masih sangat kecil, tapi harus dilihat sebagai satu kesatuan di GCC. Demikian halnya yang berpendapat investasi Perancis kok kecil, investasi Italia kok kecil, harus dilihat dalam suatu kawasan European Union. Ini yang sedang coba dilakukan juga dengan negara-negara GCC jadi satu pendekatannya,” jelasnya.

Dari data BKPM realisasi investasi dari Oman pada tahun 2010 hingga 2016 tercatat sebesar 211 ribu dolar AS atau berada di peringkat 101. Investasi tersebut dilakukan di dua sektor utama yakni sektor tanaman pangan dan perkebunan dan listrik, gas, dan air.

Forum ini dimanfaatkan oleh Lembong untuk menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan penanaman modal di Indonesia. Di antaranya terkait peringkat kemudahan berusaha yang terus meningkat selama lima tahun terakhir dari posisi 129 di tahun survei EoDB 2013 menjadi 91 dalam survei EoDB 2017.

“Indonesia terbukti sebagai negara yang stabil, aman dan juga tengah fokus melakukan berbagai reformasi,” ujarnya.

Porsi investasi Indonesia periode 2012-2016 banyak di dominasi oleh sektor manufaktur dengan kontribusi mencapai 48 persen. Promosi investasi menjadi penting mengingat tahun ini, Pemerintah menargetkan realisasi investasi yang masuk dari domestik dan asing dapat mencapai Rp 678,8 triliun. Sedangkan tahun depan, pemerintah kembali menargetkan kenaikan realisasi investasi menjadi Rp 863 triliun. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya