PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memastikan bakal mengumumkan pengganti Albert Burhan untuk menempati posisi Direktur Utama (Dirut) anak usaha mereka Citilink Indonesia. Saat ini maskapai penerbangan pelat merah tersebut bersama pemegang saham masih melakukan fit and proper test.
Saat ini kursi Direktur Utama Citilink masih belum terisi. Pemegang saham memutuskan menunjuk Direktur Keuangan Citilink Mega Satria sebagai Pelaksana harian (Plh) Direktur Utama.
Direktur Utama Garuda IndoÂnesia Arif Wibowo mengatakan, dalam waktu dekat proses fit and proper test rampung sehingga Garuda bersama pemegang saÂham dan jajaran Dewan KomisaÂris bisa segera mengumumkan pengganti Albert Burhan.
"Sebentar lagi selesai, tunggu saja. Kita dalam proses memÂpersiapkan sosok ideal untuk mengisi posisi pucuk pimpinan Citilink. Sabar ya, nanti kan pasÂti diumumkan," kata Arif kepada
Rakyat Merdeka di acara IndoÂnesia Australia Business Week 2017, di Jakarta, kemarin.
Vice President Corporate Communications Garuda InÂdonesia Benny S Butarbutar menambahkan, lamanya proses pemilihan Dirut Citilink karena Garuda bersama jajaran dewan komisaris dan pemegang saham melakukan uji kelayakan yang ketat untuk mendapatkan sosok yang ideal memimpin maskapai penerbangan berbiaya murah tersebut.
Namun, Benny memastikan tidak ada intervensi dari KeÂmenterian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemeÂgang saham mayoritas Garuda Indonesia untuk penunjukan Dirut Citilink.
Benny mengatakan, Sebagai perusahaan BUMN, Garuda hanya melaporkan siapa saja yang menjadi kandidat serta proses seleksi dan uji kelayakan calon Dirut Citilink kepada menÂteri BUMN.
"Kalau intervensi tidak ada, semua calon disepakati oleh rapat umum pemegang saham dan dewan komisaris, setelah itu dewan komisaris lapor ke Menteri BUMN. Kementerian BUMN tidak menunjuk calon. Namun pemerintah memberi reÂkomendasi agar posisi dirut diisi orang dari maskapai penerbanÂgan juga, karena lebih mengerti secara teknis dan kebijakan di perusahaan," kata Benny kepada
Rakyat Merdeka.
Seperti diketahui, Albert Burhan mengundurkan diri lantaran terkait kasus pilot CitÂilink yang diduga mabuk saat hendak menerbangkan pesawat jurusan Surabaya-Jakarta pada akhir Desember 2016. Video pilot mabuk itu ramai bereda di media sosial. Selain Albert Burhan, Direktur Operasional Citilink Hadinoto Soedigno juga mengundurkan diri dari jabatannya.
Lima Kali PenerbanganDi tempat yang sama, GaruÂda mengumumkan menambah frekuensi penerbangan sektor destinasi Australia pada periode musim liburan Mei-Oktober 2017. Melalui penambahan frekuensi ini, Garuda menargetÂkan tingkat pertumbuhan penÂumpang ke Australia mencapai 650 ribu penumpang sepanjang Tahun 2017.
Dirut Garuda Arif Wibowo mengatakan, penambahan frekuensi penerbangan tersebut terdiri dari penambahan frekuensi penerÂbangan Jakarta-Australia dari 4 kali menjadi 5 kali penerbangan setiap minggunya dan penerÂbangan Bali-Australia dari 6 kali penerbangan menjadi 7 kali penerbangan setiap minggunya.
"Penambahan frekuensi pada setiap rute yang dilayani pada sektor destinasi Australia akan disesuaikan dengan demand market pada periode musim liburan tersebut, sehingga jumÂlah frekuensi yang dilayani akan berbeda setiap periodenya," kata Arif.
Dilanjutkannya, penambahan frekuensi penerbangan ke AusÂtralia sejalan dengan tingginya demand pasar ke Australia, serta untuk mengakomodir peningkaÂtan trafik antara Indonesia dan Australia.
"Garuda pada Tahun 2016 lalu, berhasil mencatatkan perÂtumbuhan penumpang dari Indonesia ke Australia sebesar 17 persen dibandingkan periode yang sama pada Tahun 2015. Tahun ini akan kita dorong agar melebihi capaian tahun lalu (di atas 17 persen)," ujar Arif
Saat ini, Garuda Indonesia melayani enam rute di tiga kota di Australia dari dua hub utama Indonesia di Jakarta dan Denpasar, yaitu Jakarta-Sydney, Denpasar-Sydney, Jakarta-MelÂbourne, Denpasar-Melbourne, Jakarta-Perth, dan Denpasar-Perth. ***