Berita

Tjahjo Kumolo/Net

Wawancara

WAWANCARA

Tjahjo Kumolo: Lelang Ulang Proyek e-KTP Sudah Dilakukan, Semoga Maret Ini Sudah Ada Pemenangnya

RABU, 08 MARET 2017 | 09:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini tak mau banyak komentar, soal kasus korupsi KTP elek­tronik (e-KTP). Dia hanya menyatakan, siap memberikan keterangan dalam sidang apabila dibutuhkan.

Seperti diketahui, banyak politisi Senayan terseret kasus korupsi pengadaan e-KTP yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun. Berikut pernyataan Menteri Tjahjo terkait kasus e-KTP.

Kenapa anda enggan berko­mentar banyak soal kasus ini?

Begitu saya jadi menteri, saya fokus aja kok untuk pembenahan ke dalam bagaimana melayani masyarakat, untuk bisa lebih optimal, agar orang bisa mudah untuk dapat KTP dan seka­lian mulai jalan. Retribusi kita pangkas dan sebagainya. Kalau urusan-urusan dulu itu bukan wewenang kami, itu kewenan­gan KPK. Ranahnya KPK itu, ranahnya rumah tangga orang.

Begitu saya jadi menteri, saya fokus aja kok untuk pembenahan ke dalam bagaimana melayani masyarakat, untuk bisa lebih optimal, agar orang bisa mudah untuk dapat KTP dan seka­lian mulai jalan. Retribusi kita pangkas dan sebagainya. Kalau urusan-urusan dulu itu bukan wewenang kami, itu kewenan­gan KPK. Ranahnya KPK itu, ranahnya rumah tangga orang.

Dari sejumlah nama tokoh yang ikut terseret, kan ada beberapa anggota Fraksi PDIP DPR periode 2009-2014?
Saya nggak mau beri tangga­pan. Saya nggak mau komentar.

Pimpinan KPK menyebut lanjutan kasus e-KTP akan mengguncang perpolitikan nasional. Tanggapannya?
Saya nggak tahu, itu urusan penyidik, bukan Kemendagri. Silakan tanya ke KPK. Kemendagri tugasnya menyelesaian pengadaan e- KTP, bagi warga yang belum memilikinya. Itu yang jadi fokus kami.

Tapi anda siap untuk mem­berikan keterangan di per­sidangan?

Sebagai warga negara, saya selalu siap untuk memberikan dukungan. Saya siap terus mem­bantu menuntaskan kasus ini.

Apakah kasus ini dapat mempengaruhi proses pen­gadaan e-KTP?

Nggak masalah, kami jalan terus walaupun ibarat naik mobil persnelingnya belum bisa lancar, tapi kami terus memacu bahwa perekaman data bisa.

Saat ini prosesnya sudah sampai mana?
Sekarang sedang finalisasi ten­der blangko e-KTP yang laporan kami terima dari Dirjen Dukcapil. Tender kemarin kan saya batal­kan, karena tidak clean and clear.

Kapan pemenang tender itu akan diputuskan?
Lelang ulang kan sudah di­lakukan sejak Februari. Jadi mudah-mudahan tender Maret ini sudah bisa menemukan pe­menang dengan baik. Kami minta saran LKPPjuga. Sebab kami tidak mau di kemudian hari ada masalah.

Kalau target pengadaan e- KTP buat masyarakatnya?
Target kami tahun ini yang tinggal 5 persenan lah, dari 183 juta penduduk yang wajib punya e-KTP, yang baru punya suket-suket (surat keterangan) ini sudah bisa akan punya e- KTP. Karena target kami untuk Pileg dan Pilpres tahun 2019. Tapi untuk Pilkada tahun depan saya kira akan bisa tercapai.

Kalau e-KTP belum ram­pung kan berpotensi meng­ganggu pemberian hak pilih di pilkada. Tanggapan anda?
Saya memastikan hal itu tak akan menghambat proses pem­berian suara. Kalau belum nanti akan pakai surat keterangan sementara yang itu sah. Agar hak politik warga negara untuk menggunakan hak pilihnya tercapai.

Tapi kemarin kan penggu­naan suket ini menimbulkan masalah?
Betul, maka dari itu petugas KPPS juga harus luwes, jangan kaku dalam menjalankan tugas. Karena kan kesibukan orang kerja di luar daerah, dia nggak sempat daftar, karena kesadaran memilih dia datang, jangan sam­pai hilang hak suaranya. Saya sampaikan ke Pak Sumarsono, jangan ada satu pun warga negara Indonesia di Jakarta yang kehilangan hak pilihnya. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya