Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Marzuki dan Anas kecipratan Duit e-KTP? Ini Penjelasan KPK

SELASA, 07 MARET 2017 | 22:15 WIB | LAPORAN:

RMOL. Sejumlah nama yang diduga terlibat dalam korupsi e-KTP perlahan mulai terkuak. Beredar kabar, mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie juga ikut kecipratan duit haram dari proyek yang nilainya triliunan rupiah tersebut.

Politisi Partai Demokrat katanya kebagian Rp 20 miliar. Marzuki Ali menerima uang tersebut, Februari tahun 2011.

Pemberian Rp 20 miliar kepada Marzuki ali ini atas permintaan Andi Agustinus alias Andi Narogong, pengusaha rekanan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Irman.


Itu dilakukan pasca Dirjen Anggaran Kemenkeu saat itu, Herry Purnomo mengirim surat izin kepada Kemendagri untuk laksanakan kontrak tahun jamak proyek e-KTP. Pemberian itu ‎untuk kepentingan pengganggaran.

Tidak cuma Marzuki Ali, partai Demokrat diduga ikut kecipratan aliran uang dari proyek e-KTP sekitar Rp 150 miliar.

Anas Urbaningrum yang saat itu menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, juga ikut menerima aliran uang sebesar Rp20 miliar. Penerimaan terhadap Anas berbarengan dengan aliran uang ke Partai Demokrat.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Jurubicara KPK Febri Diansyah menjelaskan bahwa hingga saat ini, KPK belum membeberkan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam proyek e-KTP. Terlebih informasi tersebut dari surat dakwaan tersangka e-KTP.

Menurutnya, sejak pelimpahan berkas perkara e-KTP ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pihaknya telah melimpahkan berkas perkara kepada dua tersangka kasus tersebut.

Meski demikan, sambung Febri, beredarnya surat dakwaan tersangka e-KTP bukan hal yang substantif dari perjalanan kasus ini. KPK bakal tetap berfokus pada sidang perdana perkara e-KTP yang dilaksanakan pada 9 Maret 2017 mendatang.

"Kami tidak mengetahui apakah benar itu dokumen yang sama, dan dari KPK kita pastikan kami baru bisa sampaikan ketika hari Kamis nanti secara lengkap semua akan kami buka. KPK tidak akan sampaikan sebelum pembacaan dakwaan," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (7/3).

Informasi dihimpun, skandal suap kasus e-KTP ini motori beberapa oknum, seperti Pengusaha Andi Narogong, mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mantan ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto, mantan Sekjend Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini.

Mereka pernah diperiksa penyidik KPK dalam penyidikan kasus tersangka Sugiharto dan Irman. Namun semuanya membantah terlibat.

Dalam penyidikan ini KPK juga meminta bantuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung dugaan kerugian negara. Hasilnya, audit itu menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Selain suap, KPK juga menemukan indikasi aliran dana ke sejumlah pihak setelah anggaran e-KTP cair. Beberapa di antaranya diduga mengalir ke sejumlah pejabat swasta, pejabat di Kementerian Dalam Negeri dan sejumlah anggota DPR RI.

Sidang perkara proyek e-KTP, rencananya akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis ‎9 Maret 2017.

Dua terdakwa yakni mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman dan bekas Direktur Pengelolaan Informasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sugiharto akan mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum KPK. [sam] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya