Berita

Natalius Pigai/Net

Bisnis

Komnas HAM: Hak Warga Suku Amungme Dirampas Pemerintah dan Freeport

SELASA, 07 MARET 2017 | 20:43 WIB | LAPORAN:

RMOL. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerima hasil pemantauan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2015-2017 terkait wilayah pertambangan PT. Freeport Indonesia di Papua.

Menurut Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, hasil laporan pemantauan itu mengungkapkan pemerintah dan Freeport belum pernah membayar transaksi jual beli atas tanah yang dimiliki warga suku Amungme. Padahal tanah tersebut sudah 50 tahun digarap perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS).

"Telah terjadi penguasaan perampasan hak masyarakat secara sewenang oleh Freeport dan pemerintah. Jadi harus ada kompensasi berupa uang dan share (kepemilikan) saham. Untuk itu kami serahkan ke pak Menteri Jonan ntuk ditindaklanjuti," kata Natalius usai memberikan hasil laporan kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan di kantornya, Jakarta, Selasa (7/3).


Dia menegaskan, Komnas HAM akan terus mengawal dan memastikan agar masyarakat menjadi bagian dalam subjek pengambilan keputusan terkait pengelolaan Freeport. Kepastian itu guna menentukan arah pengelolaan perusahaan, kepastian pembangunan kapasitas sosial, dan keberlanjutan usaha.

"Termasuk kepastian jadi mitra strategis pengelolaan usaha yang saat ini dioperasikan Freeport," demikian Natalius. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya