Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

KORUPSI E-KTP

Jimly Pastikan Pernyataan Agus KPK Tak Akan Timbulkan Guncangan Politik

SENIN, 06 MARET 2017 | 14:36 WIB | LAPORAN:

RMOL. Pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo yang menyebut ada nama besar terlibat kasus e-KTP disesalkan.

Pakar hukum Jimly Asshiddiqie mengaku kasihan dengan orang-orang yang disebut-sebut terlibat itu. Sebab, mereka seakan dibuat was-was.

"Kalau saya tidak mengerti, tanya saja dia (Agus Raharjo), nanti buat orang jadi dakdikdug semua, kasian. Orang-orang itu kan termasuk orang-orang DPR," sesalnya saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/3).


Dipertegas apakah komisi anti rasuah itu perlu mengungkapkan siapa saja yang diduga terlibat dalam kasus tersebut, Jimly melarang dan meminta semua pihak untuk bersabar dan menunggu persidangan.

"Tidak boleh diungkapkan dulu, nanti saja. Dipersidangan, nanti pasti ada yang disebut pasti. Nanti dipersidangan akan keluar satu-satu itu namanya. Sabar saja," katanya.

Soal adanya kekhawatiran pernyataan Agus akan menimbulkan goncangan politik jika nanti dalam persidangan nama besar itu diungkapkan, Jimly menepisnya.

"Tenang aja, enggak apa-apa. Enggak (ada goncangan politik), dia besar atau kecil itu sama aja, ya paling juga kalau kaget sebentar, kemudian, ya kan, gak, gak ada masalah, paling juga kaget seminggu," demikian Jimly yang juga Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini. [sam]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya