Berita

Zulhas

Hukum

Zulhas: Pengusutan Kasus e-KTP Uji Nyali Buat KPK

SENIN, 06 MARET 2017 | 13:59 WIB | LAPORAN:

Setidaknya ada 14 Anggota Komisi II DPR RI periode 2009-2014 yang telah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus pengadaan KTP berbasis elektronik. Salah satunya dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengaku pihaknya telah memanggil anggota yang dimaksud.

"Sudah dipanggil," akunya saat ditemui di Gedung Nusantara V, Senayan, Jakarta, Senin (6/3).


Meski demikian, pria yang akrab disapa Zulhas ini enggan mengungkapkan siapakah Anggota DPR Fraksi PAN yang telah dipanggil itu. Dia juga bungkam aoal sanksi apa yang akan diberikan pada kadernya jika benar terlibat. Yang pasti kata Zulhas, pihaknya dukung penuh KPK dalam memberantas korupsi.

"Sudah. Kita serahkan saja sama KPK.  jadi KPK Jangan pilih-pilih dong. Tuntaskan. Pokoknya kita serahkan kepada KPK Nanti kalau saya memiliki bilang saya membela kita dukung penuh 1000 persen usut tuntas," tegasnya.

Lebih lanjut kasus e-KTP menurutnya  merupakan kasus yang terbilang kasus besar. Untuk itu, dia mendesak komisi anti rasuah itu untuk tidak tebang pilih.

"Ini Uji Nyali bagi KPK. Ini uji nyali bagi KPK dong. Katanya banyak nama besar. Katanya ada ada gubernur, menteri macam-macam ya coba aja kita lihat," pungkasnya.

Persidangan perdana kasus tersebut dengan terdakwa Irman dan Sugiharto akan digelar pada Kamis (9/3). Ketua KPK Agus Raharjo menyampaikan, akan terungkap sejumlah nama besar dalam materi dakwaan. Dia berharap tidak ada goncangan politik yang besar terkait penyebutan nama-nama elite politik tersebut. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya