Berita

Foto/Net

Bisnis

Gappmi Dan Pedagang Pasar Ngaku Tidak Terlibat Kartel

Polisi Ciduk Tengkulak Cabe
SENIN, 06 MARET 2017 | 09:44 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik dan Hubungan Antar Lembaga Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gappmi) Rachmat Hidayat menegaskan, pihaknya tidak terlibat kartel cabe.

"Sejauh ini belum ada perusa­haan tergabung dalam Gapmmi terlibat. Kami terus meman­tau perkembangan kasusnya," kata Rachmat kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Rachmat menerangkan, untuk mendapatkan bahan baku cabe, industri memang mengambil dari pengepul. Tetapi, dia me­mastikan industri dalam Gappmi hanya membeli dari kelompok tani atau pengepul yang berbadan hukum jelas.


"Kita nggak bisa menerima bahan baku dari perorangan. Industri nggak bisa sembarangan," tegasnya.

Rachmat menuturkan, pihaknya termasuk pihak yang dirugi­kan dengan tingginya harga cabe. Karena, tingginya harga telah menekan keuntungan.

"Coba cek harga saus di super­market, tidak berubah. Padahal harga bahan baku cabe tembus Rp 150 per kilogram (kg)," terangnya.

Rachmat menerangkan, jika dilihat dari konsumsi, sebe­narnya industri tidak besar mem­butuhkan cabe. Pada 2016, ke­butuhan cabe di industri mamin sebesar 100 ribu ton. Jumlah itu hanya 10 persen dari konsumsi nasional yang mencapai 1 juta ton per tahun.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Indo­nesia (Ikappi) Abdullah Man­suri juga yakin anggotanya tidak terlibat.

"Pedagang pasar bukan peda­gang besar. Masih ada rantai pedagang besar di atasnya. Peda­gang pasar justru korban juga," kata Abdullah.

Dia menilai, tertangkapnya dua pengepul yang diduga melaku­kan praktik kartel membuktikan kecurigaan selama ini bahwa ada tangan-tangan yang memainkan harga di pasaran.

Mansuri berharap, penyidikan tidak berhenti pada pata ter­sangka. Karena, dapat dipastikan ada pihak lain yang juga selama ini memainkan harga tetapi tidak tersentuh.

"Gejolak pangan bukan kali ini saja terjadi. Tangan-tangan gaib para pemainnya harus di­tangkap," katanya.

Mansuri mengimbau para pedagang pasar untuk tidak memanfaatkan seretnya pasokan cabe untuk mengerek harga.

Seperti diketahui, kepoli­sian menangkap dua tengkulak cabe berinisial SJN dan SNO. Keduanya berasal dari Solo, biasanya melakukan pengepul cabe di Jawa Timur. Keduanya ditangkap karena disinyalir kuat memainkan pasokan. 80 persen dari 50 ton cabe yang seharusnya didistribusikan ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur, mereka jual ke perusa­haan. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya