Berita

Foto/Net

Bisnis

Keran Impor Garam Dibuka

Stok Lokal Mulai Menipis
SENIN, 06 MARET 2017 | 09:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap garam industri impor segera masuk. Pasalnya, stok garam untuk in­dustri dalam negeri mulai meni­pis. Industri pengolahan garam industri pun dikembangkan.

Direktur Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Ditjen Indus­tri Kecil dan Menengah (IKM) Sudarto mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah men­geluarkan rekomendasi pada PT Garam untuk melakukan impor. "Kami mendengar rekomendasi sudah keluar. Paling cepat satu bulan setelah rekomendasi kelu­ar barang dari luar bisa masuk," ujarnya kepada Rakyat Merdeka, akhir pekan lalu.

Kelangkaan garam lebih ter­fokus di Sumatera. Sedangkan, bahan baku di Pulau Jawa seperti di Jawa Tengah dan Jawa Barat masih bisa bertahan hingga dua bulan. Menurut dia, sentra produksi di Pulau Jawa me­nyetop pasokan ke Sumatera. Langkah ini yang dinilai jadi penyebab sulitnya mendapat bahan baku garam.


"Jawa masih bisa produksi tapi di Sumatera terasa kekuran­gan garamnya," ujarnya.

Menurut dia, dari total ke­butuhan garam industri 2 ton per tahun, seluruhnya masih diimpor dari luar negeri karena dalam negeri belum bisa mem­produksinya. Sudarto mengata­kan, masih butuh waktu untuk swasembada garam.

"Penggunaan teknologi agar menghasilkan garam dengan kualitas tinggi untuk industri masih sangat minim digunakan petani dalam negeri," katanya.

Kendati begitu, kata dia, pihaknya terus mengembang­kan industri garam dalam neg­eri supaya bisa meningkatkan kualitasnya dan bisa memenuhi kebutuhan industri. Menurut Sudarto, sudah ada teknologi yang bisa membantu petani memproduksi garam dengan kualitas industri.

Namun masalahnya, perlu pembinaan agar petani garam mengubah cara berbudidaya mereka dalam produksi garam.

"Buat garam industri untuk menghasilkan NACL 97 (standar industri) itu harus mengubah aspek budaya produksinya, karena butuh waktu lebih lama, paling cepat satu bulan, bahkan dua bulan untuk hasil yang bagus. Sementara di petani kita 10 sampai 15 hari sudah di panen," kata Sudarto.

Sementara untuk teknologi membuat garam kualitas industri, menurut dia, sebenarnya sudah tersedia. Namun untuk peng­gunaannya secara luas, perlu ada skema pembiayaan khusus untuk membantu petani garam lantaran harganya cukup mahal.

Kendati terjadi kelangkaan, dia mengaku, target pertum­buhan industri makanan tidak akan terganggu. Sebab, biasanya industri sudah menyetoknya. Namun, jika berkelanjutan, tentu produksi mereka akan ter­ganggu. "Pengurangan produksi jadi kebijakan masing-masing perusahaan," tukasnya.

Seperti diketahui, selama ini pasar dalam negeri membutuh­kan 2 jenis garam, yakni garam konsumsi dan garam industri. Garam konsumsi dengan ka­dar NACL sebesar minimal 94 persen, sementara garam industri membutuhkan kadar NACL yang lebih tinggi yakni minimal 97 persen, bahkan garam industri untuk kebutuhan farmasi men­syaratkan NACL 99 persen.

Sekretaris Perusahaan PT Ga­ram Hartono mengakui, jika Ke­menterian Kelautan dan Perikanan telah mengeluarkan rekomendasi impor untuk garam konsumsi se­banyak 75 ribu ton. Garam terse­but akan mulai berada di pasaran pada April mendatang.

"Biasanya kedatangan barang impor itu satu bulan setelah deal, tinggal proses dealnya ini yang masih koordinasi," ujarnya.

Sebelumnya, Gabungan Pen­gusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) meminta pe­merintah untuk segera mengimpor garam industri. Sebab, sebagian industri sudah mulai mengu­rangi produksinya.  ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya